Benteng belanda puncak pegunungan mandi angin TAHURA Sultan Adam Banjarbaru

Kabupaten banjar,  Martapura selain terkenal dengan kota intan nya, banyak juga wisata yang  wajib dikunjungi salah satunya Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam Mandiangin .Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam tak hanya kaya dengan ragam flora dan fauna. Namun di dalam kawasan tersebut juga banyak terdapat lokasi wisata.  air terjun, perbukitan yang hijau hingga pemandian kolam belanda dan diatas puncak terdapat peninggalan Benteng Belanda.



Benteng tersebut sebenarnya bukan benteng tetapi bekas rumah seorang Belanda, namun oleh warga setempat kerap disebut benteng. Sekarang, benteng tersebut sering dijadikan lokasi berfoto para wisatawan.
Kondisinya tampak tak terawat.


Tak jauh dari lokasi benteng itu ada sebuah pondok yang dilengkapi bangku panjang tempat wisatawan mengaso dan sebuah pelang nama dari Pemerintah Kabupaten Banjar yang menerangkan tempat ini adalah sebuah objek wisata sejarah.



Sayangnya, pelang nama berwarna hijau itu tampak tak terawat. Banyak coretan tangan-tangan usil memenuhi pelang nama tersebut.

Benteng tersebut memiliki tangga batu menuju ke bangunan rumahnya dan di bagian bawahnya tepat di samping kiri tangga itu ada sebuah garasi yang dindingnya tampak kotor dicoret-coreti pengunjung.

Di salah satu dindingnya tampak berlubang besar sehingga bisa terlihat reruntuhan bangunan rumah di atasnya.

Tak jauh dari lokasi benteng itu ada sebuah pondok yang dilengkapi bangku panjang tempat wisatawan mengaso dan sebuah pelang nama dari Pemerintah Kabupaten Banjar yang menerangkan tempat ini adalah sebuah objek wisata sejarah.

Sayangnya, pelang nama berwarna hijau itu tampak tak terawat.

Banyak coretan tangan-tangan usil memenuhi pelang nama tersebut.

Benteng tersebut memiliki tangga batu menuju ke bangunan rumahnya dan di bagian bawahnya tepat di samping kiri tangga itu ada sebuah garasi yang dindingnya tampak kotor dicoret-coreti pengunjung.

Di salah satu dindingnya tampak berlubang besar sehingga bisa terlihat reruntuhan bangunan rumah di atasnya.



Area reruntuhannya tak luas dan walaupun disekelilingnya ada semak belukar, tempat ini tergolong aman untuk disinggahi pelancong.

Tak ada binatang buas atau berbahaya di sana.

Sesekali, terdengar kicauan burung dari kejauhan dan gemerisik dedaunan yang ditiup angin.

Banyak pengunjung yang memanfaatkannya untuk latar berfoto dengan memanfaatkan pemandangan perbukitan di sekeliling Tahura Sultan Adam tersebut atau pepohonannya yang rindang.

Kendati tak banyak pemandangan benteng yang bisa dinikmatinya, panorama alam perbukitan di sekitarnya sesekali juga dijadikannya latar berfoto.

Suasananya yang tenang membuatnya merasa nyaman bersantai sebentar di tempat ini.

Di hari libur, sesekali ada saja segerombolan orang dari komunitas gowes yang memanfaatkan jalur menanjak dan berbatu-batu menuju benteng ini untuk menguji adrenalin.

Terlebih lagi, jalur menuju ke lokasi benteng berkelok-kelok dengan jalanan beraspal, ada yang mulus ada yang rusak.

Di salah satu tepi jalannya tak dilengkapi pagar sementara di bawahnya ada jurang dan lembah yang curam.

Di sepanjang perjalanan, ada panorama alam perbukitan hijau di sekitar Tahura Sultan Adam yang bisa dinikmati pelancong.



Selain bersepeda, kemari bisa ditempuh dengan berkendara sekitar 30 menit.

Tak dipungut biaya parkir sepeser pun jika mengunjungi benteng ini.

Di sekitar situ tak ada penjual makanan, kecuali di bawahnya lagi ada beberapa warung yang menjual makanan ringan dan minuman kemasan.

Benteng ini menjadi reruntuhan ternyata bukan karena hancur akibat dimakan usia atau faktor alam lainnya, tetapi karena sengaja dihancurkan oleh warga setempat.

Menurut seorang penjual makanan di sana, dulu benteng itu adalah rumah seorang Belanda yang kemudian ditinggalkan penghuninya.
Kemudian tempat itu menjadi rumah kosong hingga bertahun-tahun tak terurus.

Di waktu-waktu tertentu, warga sering menemui penampakan hantu bergentayangan di situ.

“Biasanya hantu kan munculnya malam, kalau ini siang juga ada dia main ayunan dekat benteng itu. Rambutnya panjang, bajunya putih panjang,” jelasnya.

Agar tak menggangu warga maupun pengunjung, akhirnya rumah tersebut dihancurkan.

Sejak itu, sudah jarang terlihat ada penampakan lagi di sana.

“Mungkin karena sekarang sering dikunjungi pelancong, jadi di sana lebih ramai,” ucapnya.

Untuk menempuh lokasi objek-objek wisata tersebut bisa ditempuh dengan cara berjalan kaki . karena sulit bagi motor dan mobil untuk menembus lokasi. Tahura Sultan Adam Mandiangin  merupakan tempat favorite bagi pecinta alam, Bagi anak pecinta alam tempat ini sering dilakukannya diklat lapangan organisasi,  camping, dan juga tempat menghilangkan penat karena seminggu bekerja . Setiap weekend  ada saja yang ngecamp di tahura . karena lokasi tahura yang tidak terlalu jauh dari kota banjarbaru, sekitar 15 kilometer. Dari pusat kota banjarmasin sekitar 45 kilometer  untuk sampai ke tahura sulta n Adam dapat di jangkau menggunakan mobil atau motor. Pohon rindang dari berbagai sudut membuat Udara sejuk alam tahura membuat keadaan semakin menyejukan hati penikmat alam bebas.



Di tahura ada salah satu tempat yang spot nya bagus untuk ngecamp yaitu tengger tahura, dari lokasi pusat tahura kita harus berjalan kaki sekitar 2-3 jam untuk sampai ke tengger. Dari atas tengger kita akan di sajikan pemandangan alam pegunungan meratus,bukit berirama seakan tidak ada putusnya danau riam kanan terlihat dari pandangan mata. Jika waktu subuh datang lokasi tengger ini akan terlihat embun pagi menutupi perbukitan dibawah tengger seakan akan kita berada di negeri di atas awan . Matahari terbit(sunrise) tiba tiba muncul dari balik bukit, membangunkan  kita dari dinginya malam di tengger.



Tahura Sultan Adam Mandiangin bisa menjadi alternatif pilihan tempat wisata yang murah dan menyehatkan karena hanya dengan membayar biaya masuk sebesar 2500 per orang, pengunjung dapat menikmati keindahan dan sejuknya udara pegunungan dan sensasi dinginnya camping di tengger Tahura.





Comments

Post a Comment