Pulau Tanjung Kunyit, secuil "surga" dari Kalimantan Selatan

Pastinya jika di kalimantan selatan banyak yang sudah tau pulau cantik yang indah dengan selimut pasir putihnya dan terumbu karangnya yang katanya indah, tapi sayang untuk ke pulau samber gelap harus merogoh kocek yang lumayan besar, dan saya pun berpikir dua kali untuk merencanakan pergi kesana maklum pengennya cari yang dengan budget ringan2 saja.. :D

Setelah tanya sana tanya sini, cari informasi di internet saya dapatkan informasi tentang sebuah pulau kecil yang cukup bagus dengan mercusuar di atasnya yang kita bisa melihat pemandangan di sekelilingnya, ada pula pasir putihnya, namanya pulau tanjung kunyit. Saya pun memastikan estimasi terlama untuk datang kesana dan ternyata masih bisa di jangkau dan budgetnya pun cukup, akhirnya saya putuskan untuk mencari pasir putih disana karena selama saya di kalimantan selatan tepatnya di batulicin, saya belum pernah menjumpai pasir putih di sekitar sini.

Dengan sepeda motor saya tempuh perjalanan dari batulicin dengan menyebrang ke pelabuhan tanjung serdang kota baru melalui dermaga ferry dengan budget kapal 25 ribu sekali nyebrang, dari tanjung serdang saya mengikuti jalan keluar hingga menemui pertigaan, jika ke kiri menuju kotabaru dengan jarak tempuh 40 km dan jika ke kanan menuju ke lontar dengan jarak tempuh 70 km. Untuk menuju ke pulau tanjung kunyit saya mengikuti jalan yang menuju ke arah lontar dengan waktu tempuh 2.5 jam dengan jalan yang lumayan bergeronjal dan saya sarankan untuk tidak lewat sana pada saat musim hujan. Sampai di pasar lontar sekitar 2 km ada pertigaan menuju ke teluk tamiang dan pulau tanjung kunyit dengan mengambil jalan yang belok ke kiri di pertigaan tersebut, bensin 3 liter saya lihat baru berkurang 2 liter. Masuk ke dalam dan akhirnya menemui laut hingga tidak ada jalan lagi. Dari situ saya menyewa kapal nelayan dengan budget 50ribu sekali jalan, jangan mau kalau di tawari 200ribu PP karena di pulau sana aada kebijakan lain yang nantinya saat kembali akan diantar orang sana untuk menghindari jika di tinggal oleh orang yang mengantar katanya 200ribu PP tadi. Sampai di pulau nanti akan di antar anak-anak disana untuk menuju ke puncak bukit yang terdapat mercusuar dengan perjalanan kurang lebih satu jam. Setelah puas bermain di sana dengan segala keindahannya, saat kembali harus di antar dengan menggunakan perahu yang ada disana dengan budget 50ribu hingga sampai di dermaga tempat kita parkir sepedaa motor tadi, dan karena waktu sudah semakin sore saya pun kembali melanjutkan perjalanan untuk pulang.

perjalanan menuju tanjung kunyit


Pulau Tanjung Kunyit sendiri adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. dikelilingi teluk dan laut lepas yang sebagian mempunyai terumbu karang yang begitu menarik untuk dijadikan wisata bawah laut seperti snorkling dan diving, melihat gugusan terumbu karang dan ikan ikan hias yang begitu menggoda untuk menangkap ikannya.

Suku didesa Tanjung Kunyit adalah Mandar dan Bugis, Mata pencaharian mereka sebagai nelayan sedangkan ada sebagian berkebun di lereng bukit seperti kacang kacangan dan singkong.Kehidupan disini serba kekurangan Desa belum mempunyai sekolah SMP, hanya SD yang ada di desa itupun kurang memadai, ada beberapa orang tua terpaksa melanjutkan sekoah anaknya ke desa teluk tamiang yang bila ditempuh menggunakan sampan sekitar setengah jam itu pun bila gelombang bersahabat tapi saya salut dengan perjuangan menuntut ilmu yang  begitu beratnya perjuangan sampai ke sekolahnya.

Tidak jarang mereka harus memakai baju ganti dulu seragam sekolah, tas dan sepatu mereka bungkus di plastik agar tidak kebasahan saat di sampan. Sedih melihat Borneo ini begitu kaya akan alamnya tapi masih ada saja kehidupan diujung sana yang masih kekurangan. Setiap hari sekolah mereka mealakukan ritual bolak balik tanjung kunyit-teluk tamiang.

pemandangan dari mercusuar

hamparan pasir putih yang tertutup air laut yang tipis

narsis dulu.. hehehehe

iseng

sambil nahan panas

bersama anak-anak disana

anak-anak yang mengantar ke mercusuar

perjalanan menuju mercusuar

aktifitas warga disana yang mayoritas sebagai nelayan dan pembuat perahu

Sebelum pulang narsis di pantainya dulu

hamparan pasir putih kecil sayangnya laut masih tinggi untuk bisa jalan kaki menuju ke pulau kecil

dermaga untuk kembali ke teluk tamiang

perjalanan kembali

numpang orang biar dapat murah.. hehehe

Dermaga teluk tamiang
Hingga akhirnya sampai juga di pelabuhan batulicin tepat sesuai waktu yang sudah saya rencananyakan disambut matahari tenggelam, perjalanan yang sangat meyenangkan..

semangat bapak nahkoda

matahari mulai tenggelam perlahan-lahan.

View dari atas mercusuar Pulau Tanjung Kunyit



Comments