JALUR PURBA SEMERU & JEJAK MASA LALU Episode 6

Pandangannya menatap kosong kearah tengah danau.
Merinding bulu kudukku melihat pemandangan itu, sesaat aku terpaku ditempatku berdiri menatap sosok wanita berambut panjang sedang duduk dipohon tumbang dengan nyanyian menyayat hati.
Aku tak tahu nyanyian/tembang apa yang di senandungkan itu, syairnya sulit kupahami dan terasa asing ditelingaku. Tapi nadanya terasa ada kesedihan dibait lagu yang dinyanyikan itu.



Sejenak aku tersadar diwaktu yang mencekam itu, perlahan aku berbalik dan bergegas pergi kembali ke pondok brak seng dimana teman"ku tertidur nyenyak tanpa mengetahui kejadian itu.
Sekali lagi kupandang danau dan sepintas kulihat kabut tebal keputihan melayab ditengah2 menutupi air Ranu kumbolo.

Lamat2 suara senandung wanita itu lenyap menghilang digantikan suasana sunyi yang makin mencekam dan saat kuperhatikan air danau yang semula tenang itu tiba2 saja bergolak membuncah dahsyat membentuk gelembung2 dan gelombang pasang kepinggir danau. Diantara kabut putih tebal yang menyelimuti air ditengah danau itu telah muncul seekor makhluk seperti bentuk ular Naga yang besar meliuk-liuk dengan dua titik merah menyala seperti mata.

Aku sangat terkejut sekali ditempatku berdiri saat itu menyaksikan fenomena yang sungguh sangat dahsyat dan tak terduga ini. Kakiku rasanya terasa berat, dadaku berdegub keras, jantungku seakan berhenti berdetak dan terdiam mau lari rasanya kaki ini sulit kugerakkan.

Aku beringsud perlahan kebelakang mendekati pondok yang beberapa meter jauhnya dibelakangku, dan masuk kedalam. Bersamaan dengan itu angin bersiut kencang berhembus menerpa sampai menggoyangkan pondok brak seng, membawa udara dingin malam seraya menusuk tulang. Lamat2 kudengar suara desisan berat mendesah dibarengi deburan air danau yang terdengar sangat jelas ditelingaku.

Aku tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya karena ketakutan yang amat sangat menyelimuti diriku saat itu, entah apalagi yang terjadi ditengah danau dan makhluk itu.....?? suara2 asing terus bersautan dan deburan air danau yang menggelegak membuih.
Sayup2 kudengar dentuman Jonggring Saloko nun jauh disana menggelegar, menambah suasana malam makin mencekam.
Lambat laun suara2 itu hilang sepi kembali dan sunyi, dinginnya udara malam yang menggigilkan tubuh, kurapatkan jaket tebal yang kupakai dengan perasaan masih takut dan gemetar.

Kubaringkan tubuhku rapat diantara teman2 yang tidur nyenyak dalam mimpi2 malam yang menegangkan.
Mata ini sulit kupejamkan karena fikiranku masih mengenang kejadian barusan yang sangat menakutkan.
Desau angin membawa udara dingin disela-sela pondok brak seng, sesekali masih terdengar sayup2 nun jauh disana dentuman Jonggring Saloko yang intens menggelegar. Hening, sunyi, sepi menyelimuti Ranu Kumbolo, serangga malam'pun tak kudengar berderik, hembusan angin lembut seakan membawa pesan mistery alam, tak terasa aku tertidur lagi karena rasa kantuk dan kelelahan.

Aku terbangun saat Matahari sudah terbit diufuk timur, dicelah lembah antara dua bukit dan punggungan yang membentang di seberang danau. Nampak induk burung Belibis berenang ketengah dengan di iringi anak2nya yang berbaris mengekor dibelakangnya.
Aku termenung ditempat dudukku mengingat kejadian semalam, sungguh ternyata dibalik keindahan Ranu Kumbolo menyimpan beribu mistery yang sulit dipahami.



-------> bersambung Episode VII

Comments