🎁 Spesial buat pengunjung Idblogpacker, akan ada yang spesial dalam 5 detik...

Tampilkan postingan dengan label Banjarmasin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Banjarmasin. Tampilkan semua postingan

Klenteng Soetji Nurani Sejarah Pacinan Di Era Kolonial Belanda

Di kota banjarmasin banyak sekali dijumpai bangunan kuno yang hingga kini menghiasi kota. Mulai masjid, gereja, katerdral, pura, hingga klenteng. Terkait dengan klenteng, Kota Banjarmasin memiliki klenteng yang usianya lebih dari 1 abad. Namun tetap berdiri megah, indah, serta terjaga sampai saat ini di pinggir lalu lintas jalan veteran banjarmasin.

Klenteng Sen Sen Kung atau Klenteng Soetji Nurani dibangun pada tahun 1989 klenteng ini dibuat oleh para Jenderal China yang bernama The Sin Yoe dan Ang Lin Thay untuk berdagang melalui jalur laut ke Indonesia.

Klenteng Soetji Nurani memiliki barang-barang kuno yang masih terawat. Seperti patung, guci, tempat sembahyang dan cawan-cawan yang terbuat dari kuningan. Beberapa peralatan tersebut, dulu langsung dibawa oleh para pendiri klenteng dari daratan China. Serta ada juga longceng yang biasa ditemukan di gereja serta bedug yang biasa digunakan umat Islam untuk menandakan waktu sholat.



Meskipun usianya sudah tua, namun hingga saat ini masih berdiri megah, indah serta terjaga keotentikannya sebagai tempat ibadah masyarakat tionghoa yang terletak di tepi sungai martapura.

Pendirian klenteng dimaksudkan untuk menjaga lingkungan (manusia dan alam dalam kawasan tersebut) dari datangnya nasib buruk. Karenanya, bangunan klenteng di pacinan, berdiri di persimpangan jalan.

Secara praktis, posisi klenteng di pertigaan berfungsi untuk menghadang sha yang dibawa dari sumbu jalan di depannya, yang terlihat dari posisi dua buah klenteng tersebut.

Harmonisasi dan dinamika masyarakat Cina di Banjarmasin membuat dua klenteng tersebut berfungsi sebagai klenteng besar. 

Share:

Taman siring menara pandang Piere Tendean Banjarmasin

Taman Siring Piere Tendean merupakan tempat bersantai yang di kembangkan di tepian sungai Martapura. Taman ini terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Kalimantan Selatan tepatnya di seberang Kompleks Masjid raya Sabilal Muhtadin.

Taman ini memiliki keistimewaan dengan memiliki tempat yang nyaman untuk kegiatan bersantai, nongkrong, bermain, menikmati pemandangan serta melakukan kegiatan lainya di sekitar taman siring seperti menikmati kuliner khas Banjar. Di taman ini ditumbuhi banyak pohon sehingga suasananya rindang dan sejuk. Pohon-pohon di sini berjenis penopang tanah bantaran sungai seperti trembesi yang memang sengaja ditanam oleh Pemerintah Kota Banjarmasin agar sungainya lestari.


Didalam taman siring terdapat menara pandang yang masih terletak di kawasan Siring Pierre Tendean. Menara yang dibangun tahun 2014 silam dan diresmikan oleh Pak Muhidin selaku dari Wali Kota Banjarmasin, menara ini memiliki 4 lantai, luas bangunannya 1 x 36 M, dengan tinggi 31 M itu menampilkan arsitektur khas Banjar, dengan kapasitas atas muat 200 orang di dalamnya terdapat cinderamata khas banjarmasin.

Semilir angin terasa sejuk jika berada di atas menara sambil menikmati pemandangan kota banjarmasin dan menikmati lalu lintas sungai martapura.

Dengan demikian, Taman Siring bukan hanya sekedar tempat destinasi wisata biasa. Tetapi juga sekaligus memperkenalkan kita pada kebudayaan Banjarmasin. Sebagai generasi muda, kita tentunya patut berbangga dengan salah satu destinasi wisata Taman Siring di Kota Banjarmasin ini. Sehingga kita dapat turut memperkenalkannya sekaligus melestarikan kebudayaan Banjar.






Share:

Durian Lahung Buah Nan Eksotis Yang Sangat Langka

Durian Lahung (Durio dulcis), adalah termasuk buah durian yang yang hanya dapat ditemukan di daratan pulau Kalimantan, tersebar di seluruh wilayah Kalimantan hingga ke wilayah Sabah Malaysia.

Nama "Durian Lahung" dikenal di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, sedangkan di Kalimantan Barat lebih dikenal dengan nama "Tembranang".
Sekilasmata durian ini sama saja seperti durian pada umumnya, tapi kulit dan durinya berwarna merah kehitaman, apabila dipegang maka akan terasa bahwa durinya lebih tajam dan lancip serta panjang. Rasanya agak berbeda dengan durian biasa, tetapi tetap lezat untuk dinikmati.
Cara mengupas atau membuka buahnya pun berbeda, tidak seperti membelah buah durian pada umumnya, dengan cara dipenggal secara melintang, setelah terbuka maka terlihatlah isi buah yang kekuningan dengan aroma khas menggoda selera.

Menurut masyarakat di sekitar hutan di Kalimantan Tengah, di daerah ampah, kabupaten Barito, Kalimantan Tengah, bahwa buah ini sudah semakin susah didapat, karena batang pohonnya yang sudah sangat besar, bisa mencapai diameter 1 sampai 2 meter, akibat usia rata-rata telah mencapai ratusan tahun, sehingga banyak ditebang oleh penebang liar untuk dijual ke perusahaan kayu dan industri lainnya, pohon durian Lahung ini semakin langka, karena jumlahnya yang semakin sedikit, yang berakibat kehidupannya pun diambang kepunahan.

Harga buah Durian Lahung ini, lebih murah dari harga buah Durian Karatongan, karena daging buahnya tipis, rasanya agak  hambar, dan juga banyak orang yang tidak menyukai bau dari buah Durian Lahung ini. Beberapa orang berpendapat bahwa bau dari buah ini mirip seperti bau "lahung". Dalam bahasa Banjar (Kalimantan Selatan) "lahung" berarti "wts". Jadi seperti bau parfum wts begitulah menurut pendapat mereka.

Share:

Si Kecil Mungil Durian Kerantungan atau Mahrawin

Kali ini saya akan mengajak kalian berkenalan dengan si kecil bernama latin Durio oxleyanus dan ternyata penyebutan tentang buah yang masih satu keluarga dengan durian (Durio Family) ini mempunyai penyebutan yang berbeda di berbagai daerah. Di Kalimantan sendiri yang mempunyai lima Propinsi buah ini dapat disebut sebagai Dian, Durian, Lai, Lai bengang, Kartungan, Kerantongan, Kerantungan, Ketungan, Kutongan serta Sukang, disebut juga sebagai Durian Isu.

Buah ini tersebar di pedalaman Kalimantan (Borneo), Sabah serta Serawak. Sehingga diduga penyebutannya lebih beragam dan tidak terbatas seperti yang saya tulis di atas.

Ciri khas pada buah adalah warna kulit buah hijau, tidak kuning meskipun sudah matang. Buah seperti kebanyakan jenis durian lainnya. Buah yang masak dan jatuh ke tanah, tidak langsung merekah, tapi memerlukan waktu yang lama untuk merekah dengan sendirinya, buah tidak mengeluarkan aroma dan mengandung alkohol yang cukup tinggi, daging buahnya berwarna mentega dan manis rasanya.  Satu lagi, biji lumayan kecil, sehingga proporsi daging buah lumayan banyak.

Selain buahnya yang manis dan lezat, buah ini telah dipercaya sebagai obat ampuh bagi penyakit malaria dengan cara mengekstrak kulit buahnya (mudahan ada penelitian lebih lanjut tentang khasiat buah, biji maupun kulit buah mahrawin ini).

Share:

Buah Kenyem / Balangkasua, Salah Satu Buah Hutan Kalimantan

Di setiap hari sabtu dan minggu banyak buah lokal biasanya dijual di pasar terapung, banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Pasar terapung yang biasanya banyak dikunjungi tiap akhir pekan ini adalah pasar terapung Siring Menara Pandang, Jalan Kapten Pierre Tendean, Banjarmasin.

Saat ini jika sedang musim buah-buah lokal, biasanya pasar ini dipenuhi keranjang-keranjang berisi buah tersebut.

Di antaranya adalah buah kenyem atau Balangkasua atau oleh seorang pedagangnya di pasar tersebut menyebut buah simalakama.

Istilah buah kenyem atau balangkasua banyak ditemui di Kalimantan Tengah.

Share:

Mirisnya Kondisi Satwa di Taman Satwa Jahri Saleh Banjarmasin

Taman yang juga dikenal dengan nama Kebun Binatang Jahri Saleh ini sekarang tidak memiliki banyak jenis hewan yang bisa dilihat pengunjung.Hanya terdapat beberapa jenis unggas seperti merpati, gagak, enggang, ayam hias, dan sebagainya.

Lalu ada lagi buaya, reptil dan beberapa jenis primata.

Para pengunjung bisa dengan bebas melihat-lihat hewan-hewan itu tiap hari dari pukul 08.00 Wita hingga 18.00 Wita.

Untuk tarif masuknya murah, yaitu Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 4.000 untuk dewasa, plus bayar parkir kendaraan roda dua Rp 2.000 jika Anda memakai sepeda motor.

KONDISI TAMAN SATWA JAHRI SALEH YANG KURANG TERAWAT



Taman Satwa Banjarmasin atau sebelumnya dikenal dengan Taman Bungas terletak di Jalan Jahri Saleh, Kelurahan Surgi Mufti, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Kondisi lingkungan yang jauh dari keramaian pusat kota menjadikan taman satwa ini sepi pengunjung dan kurang terawat.
Dari pengalaman selama menyusuri taman satwa tersebut, banyak hewan-hewan yang seharusnya diindungi malah terkesan tersiksa di dalam kandang dengan kondisi yang sangat mengenaskan, kurus dan kurang terawat.
Info yang saya dapat memang untuk pemberian makanan hanya dilaakukan sekali dalam sehari dn karena keterbatasan dana untuk operasional. Sebenarnya jika tertata, taman ini tampak nyaman karena dilengkapi banyak pohon, air mancur dan arena bermain untuk anak. Terlebih lagi bisa menjadi sarana edukasi secara langsung bagi anak-anak, karena merupakan kebun binatang satu-satunya di banjarmasin.



Share:

Semangat Kai Api Inspirasi Warga Banua


Bagi  masyarakat Banjarmasin, siapa yang tidak mengenal sosok Kai Api. Jika kamu sedang jalan-jalan ke Banjarmasin dan mampir di Menara Pandang Siring pada saat malam minggu dan minggu pagi pasti kamu akan bertemu dengan Kai Api.

Aksi Kai Api di Menara Pandang Siring adalah atraksi menggunakan api, kepawaiannya dalam memainkan api membuat para pengunnjung saling berdesakan untuk menonton pertunjukannya, sesekali para pengunjung berteriak ketakutan dan bertepuk tangan.

Share: