Mengajarkan toleransi pada anak sedini mungkin

Belajar untuk mengenali perbedaan yang dapat menyatukan adalah salah satu hal yang perlu diajarkan sejak anak masih kecil. Terlebih lagi banyak ras, suku dan bangsa yang ada di Indonesia.

Menurut psikolog anak, Ratih Ibrahim mengatakan, kunci terbentuknya toleransi adalah orang tua.

"Anak belajar toleransi itu yang pertama kali adalah dirumah oleh keluarganya terutama orangtua," ujarnya dalam seminar keayahbundaan di pusat kebudayaan amerika, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

Toleransi, diartikan penerimaan, keterbukaan dan menghromati berbagai perbedaan.

"Toleransi tidak melulu soal ras, budaya, suku dan sebagainya. Namun yang kecil saja yang berasal dari lingkungan rumah seperti perbedaan warna kesukaan atau hobi," tutur pendidiri gerakan sosial joy parenting.

Nah bagaimana cara mengajarkan anak diusia yang masih tergolong sangat muda untuk menangkap apa arti toleransi, berikut tujuh cara menyenangkan mengajarkan anak mengenal toleransi:


1. Joyful Parents
Orangtua harus mengajarkan anak bagaimana hidup bahagia serta sehat. Berawal dari kebiasaan baik yang diajarkan melalui kegiatan sehari-hari yang dapat menjadikan anak terbiasa.

2. Joyful Relationship
Orangtua harus mengajarkan kemampuan sosial pada anak sejak sedini mungkin. Caranya dengan mengajak anak mengikuti kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang.

3. Joyful Appreciation
Hargai usaha anak sekecil apapun itu. Dengan kita memberikan penghargaan bagi setiap karya yang dihasilkan anak, dia akan merasa dikasihi dan dihargai.

4. Joyful Wmotion
Perkaya anak dengan kecerdasan emosional. Untuk mencerdaskan emosional anak dapat dipupuk dari nilai-nilai agama dan norma baik.

5. Joyful Habits
Kebiasaan baik orangtua dapat disalurkan dengan mengajak anak berpartisipasi kedalamnya. Dengan mengajarkan kebiasaan baik orangtua, maka kebiasaan baik ini pasti akan menurun hingga ke anak cucu.

6. Joyful Optimism
Perkaya anak dengan rasa optimisme yang tinggi dan kenalkan anak cara mensyukuri apa yang telah mereka punya. Dengan begitu, kelak anak menjadi anak yang oenuh respek kepada orang lain.

7. Joyful Togetherness
Investasikan lebih banyak waktu dan kebersamaan dengan anak serta keluarga. Hal ini dapat memupuk rasa cinta pada keluarga dan mempererat tali silaturahmi.

Sumber: lifestyle.bisnis.com

Comments