Uskup Pujasumarta Dikenal sebagai Tokoh Toleransi Beragama

Uskup Agung Keuskupan Semarang, Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta, wafat pada Selasa malam, 10 November 2015. Tokoh Katolik terkemuka di Semarang itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Elisabeth Semarang akibat penyakit kanker paru-paru.

Ketua Komisi Hubungan Antar-Agama Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi mengatakan, Uksup Pujasumarta meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama dua bulan di Rumah Sakit Elisabeth.

Jenazah Uskup Pujasumarta akan disemayamkan di Gereja Katedral Semarang pukul 11.00 WIB, setelah dilakukan misa kebaktian di Rumah Sakit Elisabeth Semarang. "Pukul 18.00 nanti akan dilakukan pula misa di Katedral juga," kata Romo Aloysius Budi di Semarang, Rabu, 11 November 2015.

Pada Kamis pagi, 12 November 2015, pukul 05.30 WIB akan dilakukan kembali misa pagi di Gereja Katedral. Jenazah akan dibawa ke Kompleks Seminari Tinggi Santo Paulus, Kentungan, Yogyakarta, untuk disemayamkan. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat, 13 November 2015, sekira pukul 10.00 WIB di Seminari Kentungan.

Profil singkat

Uskup Agung Pujasumarta lahir di Surakarta pada 27 Desember 1949. Romo Pujasumarta pernah menempuh pendidikan di Seminari Menengah Mertoyudan, Magelang, pada 1963. Kemudian melanjutkan pendidikan di Seminari Tinggi Santo Paulus Kentungan Yogyakarta dan menjadi imam sejak 25 Januari 1977.

Pujasumarta mendapatkan gelar doktor teologi spiritual setelah menempuh pendidikan di Universitas St. Thomas Aquinas, Roma, Italia, pada 1983-1987.

Selama menjabat sebagai Uskup Agung Semarang, Pujasumarta dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan toleransi antarumat beragama.





Pujasumarta menjadi pelopor pembangunan Patung Bunda Maria setinggi 42 meter di Goa Maria Kerep Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang diresmikan pada 15 Agustus 2015. Patung Bunda Maria itu bahkan disebut sebagai patung Bunda Maria tertinggi di Asia Tenggara.

Pujasumarta ditahbiskan menjadi imam atau pastur pada 25 Juni 1977 dan terpilih menjadi Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang pada 12 November 2010.

Pada 17 Mei 2008, dia ditunjuk sebagai Uskup Keuskupan Bandung oleh Paus Benediktus XVI. Pada 16 Juli 2008, ia ditahbiskan oleh Penahbis Utama, Uskup Agung Jakarta, Julius Kardinal Darmaatmadja. (vivanews.co.id)

Comments