🎁 Spesial buat pengunjung Idblogpacker, akan ada yang spesial dalam 5 detik...

Bawa Misi Toleransi Agama, Bule Australia Jalan Kaki Bali-Jakarta

Seorang bule Australia bernama Craig Leslie Hodges melakukan aksi jalan kaki dari Kuta, Bali menuju Jakarta dengan mengusung misi perdamaian dan toleransi antar umat beragama. Sambil membawa spanduk bertuliskan #PeaceWalkWithMuslims, ia mulai bertolak dari Bali sejak 26 Januari 2015 lalu dan sudah tiba di Kediri, Jawa Timur pada 26 Februari 2015. Selanjutnya ia akan menyusuri daerah lainnya termasuk Yogyakarta, Bandung kemudian tiba di Jakarta.

Melalui informasi yang dikirimkan Craig kepada Tribun Jogja, aksi ini merupakan bagian dari gerakan untuk mengkampanyekan pemahaman bersama mengenai pentingnya persatuan dan toleransi antar umat beragama.

"Aksi ini berupaya untuk memberikan pesan seluas-luasnya melalui berbagai media. Sebuah pesan harapan dan perdamaian terkait hubungan antara muslim dan nonmuslim," demikian keterangan sebagaimana yang dimuat dalam website resmi Craig Hodges Consultancy.

Adapun cara demikian diyakini sebagai metode yang tepat untuk memberikan persepektif baru dan representasi yang lebih baik dalam menggabarkan umat muslim di Indonesia. Tentu saja hal ini menjadi penting mengingat isu ini kian menghangat terutama dengan yang terjadi di dunia barat. Pendeknya, ia ingin menyampaikan bahwa Islam memang merupakan agama cinta damai, dan bisa hidup damai dengan agama lainnya di dunia ini.

"Aksi ini berusaha untuk memberikan pemahaman lebih mendalam dan pendidikan untuk membantah stereotype negatif tentang muslim sebagaimana yang digemborkan media barat. Kedua, aksi ini berupaya untuk mengkampanyekan solideritas dan perdamaian,".

Sementara itu, selama perjalanan tersebut, Craig mendapatkan begitu banyak pengalaman. Semisal ketika dia hadir ditengah-tengah para pelajar yang berada di 'Kampung Inggris' Pare, Kediri untuk menjelaskan aksi yang ia lakukan. Serta berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai pelosok daerah. Ia juga berfoto bersama dengan Satpol PP di Surabaya, makan dan berbincang di 'Warung Mbak Sum', berdialog dengan orang-orang yang ia temui di jalan, mengunjungi Trowulan, berfoto bersama para pelajar di Jombang bahkan hingga bermalam di pinggir sungai dengan hanya beratapkan langit seperti yang ia posting dalam akun facebooknya.

"#Peacewalkwithmuslims slept out under the stars last night by a river in the fields between Wates and Blitar in Indonesia. A very peaceful night with only a light rain before sunrise," demikian keterangan yang ia lampirkan dalam postingan foto tersebut.

sumber
Share:

Rayakan Paskah, Pegawai Wali Kota Jakarta Utara diminta meningkatkan pelayanan dengan Baik

Pegawai Kantor Wali Kota Jakarta Utara yang mengikuti perayaan Paskah 2015 diminta untuk bekerja dengan optimal dan melayani masyarakat dengan baik. Hal tersebut disampaikan Romo Marianto CM, selaku Kepala Paroki Gereja Santo Fransikus Xaverius Tanjung Priok, dalam khotbahnya di misa Paskah, Kamis (30/4).

Romo mengatakan, makna Paskah bagi pegawai dapat dimaknai dengan mengubah mental menjadi disiplin.

‎"Paskah itu kebangkitan, kita bangkit dari batu penutup seperti kemalasan yang menutup pintu semangat, korupsi yang menutup pintu keadilan, dan kekerasan yang menutup pintu perdamaian‎," ujar Romo, Kamis (30/4), di Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Sebanyak 209 peserta mengikuti perayaan Paskah yang terdiri dari PNS Kantor Wali Kota Jakarta Utara beserta keluarga, dan taruna serta taruni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).

‎Menurut Romo, sebagai umat Kristiani, para pegawai harus berani membongkar batu-batu penutup tersebut sehingga dapat melayani dan bekerja dengan maksimal.

"‎Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu kan gajinya besar, kerjanya tidak terlalu berat, dan ada jaminan kesejahteraan seumur hidup‎, jangan karena kondisi tersebut malah menurunkan pelayanan dan kinerja," katanya.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Perayaan Paskah 2015 yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Edison Sianturi‎ mengatakan, Paskah bagi umat Kristiani adalah kebangkitan.

"Kebangkitan yang dimaksud adalah pelayanan untuk maju‎ dan semangat paskah tersebut dapat diaktualisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari," kata Edison.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara Rustam Effendi mengapresiasi sikap toleransi antar umat beragama bagi seluruh pegawai Kantor Walikota Jakarta Utara.

"Sebenarnya baik agama Islam, Kristen, maupun agama lainnya itu sama, semua agama mengajarkan kebaikan dan rajin beribadah serta melayani, yang muslim ya shalat lima waktu setiap harinya, yang Kristiani ya beribadah di gereja setiap hari Minggu," kata Rustam. - beritasatu

Sumber
Share:

Menyusuri Kawah Gunung Bromo

Dulu mungkin hanya lewat karena males liat bejubelnya orang2 yang mau naik ke atas, tp liburan hari buruh kemarin keturutan juga untuk bisa sampai puncaknya. Sungguh luar biasa pemandangannya, cerita awalnya mau ke B29 eh malah nyasar ke bromo karena salah prediksi waktu dan medan tp lumayan bisa 2x test drive supra jadul nyampe ke puncak bromo dan menikmati kawah bromo yang sebelumnya tertunda.


Narsis dikit..




Itu yang belakang ngapain ya.. :D

Karena lewat tangga sudah terlalu mainstream.




Bumi pun butuh jalan untuk bernafas..
Share:

Menyusuri Makam Belanda Peneleh Surabaya

PENELEH merupakan salah satu kawasan asli Kota Surabaya. Nama Peneleh lahir di zaman Kerajaan Singosari. Asal kata “peneleh” berasal dari lokasi ini yang dahulunya merupakan tempat bersemayamnya pangeran pilihan (pinilih), putra Wisnu Wardhana yang memiliki pangkat setara dengan bupati. Pangeran tersebut kemudian diangkat menjadi pemimpin di daerah yang berada antara Sungai Pegirian dan Kalimas ini. Kawasan Peneleh sendiri merupakan salah satu bagian sejarah Kota Surabaya karena di dalamnya memiliki beberapa peninggalan bersejarah diantaranya masjid kuno Peneleh, rumah HOS Cokroaminoto (tempat proklamator Ir. Soekarno tinggal pada saat beliau bersekolah), perkampungan tua, Pasar Peneleh (salah satu tempat di Jawa dimana saat itu buah anggur dapat dibeli) serta Makam Peneleh yang merupakan salah satu makam tertua di Jawa Timur.

Makam Peneleh, merupakan sebuah komplek pemakaman yang dibangun tahun 1814 dan menempati areal seluas 4,5 hektare. Meskipun kondisinya saat ini sangat kumuh dan memprihatinkan, namun masih menyisakan sisa-sisa eksotisme masa lalu. Banyak hal yang bisa digali di dalamnya. Detail ornamen berlanggam gothic dan doric, patung-patung berkarakter Romawi (meskipun sebagian besar sudah tidak dalam kondisi utuh) hanyalah sebagian kecil dari keindahan masa lalu yang masih bisa ditelusuri. Kisah hidup mereka yang meninggal bisa ditemukan di prasasti batu marmer ataupun besi cor.



Makam salah seorang presiden perusahaan VOC yang memiliki papan dari pinus India merupakan salah satu di antaranya. Beberapa jejak sejarah penting yang masih bisa ditelusuri antara lain, kuburan Gubernur Jenderal Pieter Merkus, satu-satunya pejabat tertinggi di Hindia Belanda yang dimakamkan di Peneleh. Gubernur Jenderal ini meninggalkan teka-teki di akhir hidupnya. Dia merupakan satu-satunya pejabat tertinggi negeri ini (saat itu) yang meninggal pada saat menjabat.

Pilihannya untuk pindah ke Surabaya pada saat sakit masih menjadi tanda tanya. Pejabat ke 47 ini lahir di Naarden, 18 Maret 1787 dan meninggal pada 2 Agustus 1844 pada umur 57 tahun. Prasasti di atas makam Merkus yang berusia hampir 170 tahun masih jelas terbaca. Prasasti tersebut berbahasa Belanda yang jika diartikan berbunyi : Paduka yang mulia Pieter Merkus, komandan pasukan tempur Hindia, veteran perang Prancis, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, memimpin tanah dan laut harapan Tuhan dan lain-lain. Beliau wafat di Simpang Huis (Istana Simpang atau Grahadi) 2 Agustus 1844. Menurut salah satu ahli waris pemuka Belanda yang dimakamkan di Peneleh itu, Rob van de Ven Renardel, keputusan Merkus di akhir hayatnya menimbulkan teka-teki di Sejarah Belanda.




Merkus, kata Rob, yang saat itu tinggal di Batavia memutuskan tinggal di Istana Bogor ketika sakit. “Namun ketika kesehatannya makin buruk dia memilih tinggal di Istana Simpang di Surabaya,” kata Rob dalam Majalah Monsun, edisi 10 April 1999. Perjalanan di Batavia-Surabaya yang melelahkan hampir sepekan itu justru membuat sakitnya bertambah parah. Ada dugaan Merkus ingin beristirahat sehingga memilih kota panas. Namun ada pandangan lain yang menyakini bahwa Merkus disingkirkan dari kekuasaan dan diasingkan oleh Belanda karena dianggap tidak loyal. Selain Merkus masih banyak tokoh-tokoh penting lain yang dimakamkan di sini seperti Pendeta pioner Ordo Yesuit di Surabaya, Martinus van den Elsen, yang berada di seberang pintu masuk. Makam puluhan biarawati Jalan Ursulin (Jl Darmo). Komandan perang Indochina, Neubronner van der Tuuk. Bahkan ada pula kuburan Rambaldo, orang pertama yang menjadi penerbang di Hindia. Makam arsitek Jembatan Porong, Ibrahim Simon Heels Berg hingga makam Wakil Kepala Mahkamah Agung, PJN de Perez. Namun kondisi komplek pemakaman yang tidak terawat menimbulkan keprihatinan tersendiri. Sisa-sisa makam dan prasasti yang berserakan, lingkungan kumuh merupakan sedikit gambaran kondisi makam saat ini. Memang, kompleks ini merupakan makam orang-orang Belanda, namun apa yang ada di dalamnya merupakan sebuah bukti yang bisa menjadi benang merah sejarah keberadaan Kota Surabaya. Sebuah pekerjaan rumah bersama yang harus segera dicari solusinya oleh semua komponen masyarakat Surabaya.

Bagian dalam makan yang sudah bolong.


Foto-foto lainnya dari Makam Belanda Peneleh

















Saya juga menangkap gambar penunggu salah satu makam di peneleh ini..


Saksikan videonya suasana klasik makam peneleh surabaya.

Share:

Filosofi Mendaki Sebuah Gunung

Jika kau ingin tahu lebih jelas mengenai sifat asli orang-orang dekatmu, ajaklah ia mendaki gunung. Di atas sana, kau akan menemukan bahwa kau tidak bisa menyembunyikan karakter aslimu. Kau akan menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya.

Jika kau egois, maka di atas sana kau akan egois. Jika kau penakut, maka di atas sana kau pun akan banyak diam. Jika kau pengeluh, maka kau tidak akan berhenti mengeluh sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing, dan kemudian kita bisa saling introspeksi diri.

Mendaki gunung tidaaklah jauh berbeda dengan kehidupan. Sesuatu yang kita lewati seperti tanjakan yang terjal, hingga kita hampir2 menyerah, terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati2 melangkah karena jika tidak berhati2 bisa terpeleset. ketika terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang. Terkadang melewati turunan yang curam, kadang juga hanya padang ilalang datar ratusan meter. kadang kita harus berhenti untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh karena capek atau hanya menikmati saja pemandangan sekitar. itu semua adalah pilihan. dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu dengan yang lain tentu akan berbeda. beratnya beban di punggung adalah bekal kita. tidak murah memang segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita nikmati selama mendaki gunung.

Sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati titian. terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman kita ketika kita perlu memanjat bagian gunung berupa tebing yang curam. sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda. sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam pendakian. kadang kita mebawa bekal yang "wah", chicken nugget, baso, sayuran impor, sosis, jeruk mandarin, minuman bersoda dan berwarna, dsb, sleeping bag isi bulu angsa, sepatu trek dengan harga lumayan wah, dsb. terkadang pula kita hanya membawa daypack isi raincoat sobek, roti yang sedikit basi,  snack ringan dengan beralas kaki sandal jepit puluhan ribu rupiah, serta tenda yang berlubang bahkan tanpa tenda.
Di gunung kita butuh perssiapan yang matang, dengan segala resiko yang ada.

Di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang nge-camp, numpang buang air. sering terjadi hal2 di luar akal sehat dan logika ketika kita tidak mengindahkan "tata krama" di gunung. disadari atau tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, karma dan samsara, berlaku sebagaimana kehidupan sehari2. bagaimana kita mempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat, terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran bagaimana kita hidup sehari2. bagaimana perilaku seseorang di gunung adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari2nya.

Dalam suatu perjalanan hidup, cita-cita terbesar adalah menuju kesempurnaan. Terkadang hidup itu penuh dengan halangan dan rintangan , serta belajar menggali segala rahasia kehidupan. Perjalanan menuju cita-cita adalah proses yang menentukan setiap langkah kita. Setiap nafas serta detak jantung kita. Setiap manusia mempunyai hak sama dalam memanfaatkan waktu dan dalam pengambilan keputusan akan dibawa kemanakah hidup kita ini . Hal ini berbanding lurus dengan pengalaman yang sudah saya rasakan saat mendaki gunung. Hidup ini merupakan proses pembelajaran menuju lebih baik dan memahami akan cinta yang Tuhan berikan buat manusia di dunia ini.

Mendaki Gunung pasti tidak lepas dari pencapaian puncak, yang namanya puncak adalah pencapaian atau prestasi tertinggi yang diraih seseorang di posisi ini biasanya akan lebih menghormati jerih payahnya dalam perjalanan menuju titik ini dan disini orang akan melihat jerih payahnya dan bisa mengambil manisnya kehidupan .

Didalam pendakian memang puncak bukanlah tujuan sebenarnya akan tetapi disini tolak ukur perjuangan seorang pendaki dikatakan berhasil dimana seorang pendaki bisa sampai pada titik terakhir yaitu puncak . Di titik ini biasanya seorang pendaki disuguhi hamparan samudra awan serta melihat khatulistiwa dan seorang pendaki akan menengok kebawah untuk melihat alan pencapaian puncaknya .

Didalam kehidupan sebenarnya seseorang yang sudah mendapatkan posisi tertinggi dalam hidupnya biasanya akan menengok kebawah perjalanan panjang dalam kehidupan sebagai rasa bangga kepada diri sendiri yang sudah susah payah dalam perjalanan panjangnya sehingga bisa ada di titik ini . Di titik ini kita tak boleh terlena atas pencapaian ini akan tetapi sebenarnya kita harus sadar kita tak boleh berlama lama karena sesungguhnya titik terakhir itu adalah alam yang lain .

Akhir kata

Dan di atas sana, di tengah-tengah angin yang menderu-deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong kalau kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta.

#JustDream for  #MyMotivation

Source: Dari berbagai sumber.
Share:

Refressing di Puncak Kop-kopan Lereng Welirang

Meninggalkan suasana kota yang hiruk pikuk, bersama para siswa dan siswi SMK St. Louis Surabaya bersama himpunan pecinta alam st.louis melakukan kegiatan outdoor di kawasan kop-kopan gunung welirang, perjalanan di mulai pada sore hari hingga tengah malam dan dilanjutkan pagi hari. Kegiatan tersebut sebagai sarana pembelajaran di alam terbuka sebagai salah satu bagian dari pembentukan karakter siswa yang di harapkan dapat menjadi pribadi yang baik, pribadi yang kompak dimana di ajarkan tentang bagaimana pentingnya kerjasama, saling tolong menolong. Mumpung pagi masih sepi saatnya untuk kembali menjadi seorang selfie'ers mania.. :D





Share:

Mengenang 10 Tahun SDK Kanisius Kerug Munggang

Pada tahun 2013 yang lalu saya sempat penasaran dengan kondisi bangunan Sekolah Dasar Kanisius di Kerug Munggang karena sekian lama kosong dan tidak ada yang merawat daan bisa dilihat DISINI.
Namun baru kemarin setelah hampir 2 tahun saya mencoba untuk mengabadikannya melalui sebuah video, karena menurut saya bangunan tersebut termasuk bangunan yang bersejarah bagi warga sekitar dan sangat dissayangkan jika suatu saat bangunan tersebut hilang.
Seandainya saja bangunan tersebut bisa menjadi aset di wilayah kerug mungkin akan bisa bermanfaat bagi warga sekitar yang ingin menggunakannya.

Angkatan terakhir yang bisa sekolah hingga tamat adalah angkatan tahun 2004 dan setelah itu semua siswa di pindah ke sekolah swasta yang lebih jauh. Hingga kini bangunan tersebut masih berdiri kokoh meskipun sudah banyak yang lapuk dan kurang terawat.

Yuk kita kenang kembali SDK Kerug yang dulu sempat berjaya pada masanya.


Share:

Menyusuri Bangunan Gereja Ayam di Bukit Rhema

Ada sebuah bangunan unik yang berada di Bukit Rhema Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Magelang, Bangunan ini dikenal sebagai Gereja Ayam atau Chicken Church, menurut istilah Bahasa Jawa juga dikenal sebagai Banyak Angkrem. Lokasi bangunan ini tak jauh dari Candi Borobudur hanya sekitar 3 Km dari pasar borobudur.

Gereja Ayam sering menimbulkan keingintahuan orang karena bentuk yang unik dan lokasinya yang berada di puncak bukit, di tengah-tengah desa. Konon menurut pendirinya, Daniel Alamsjah, bangunan ini bukanlah gereja, melainkan hanya tempat untuk berdoa bagi siapa pun. Awalnya juga tidak dimaksudkan berbentuk ayam raksasa, melainkan merpati.

Bangunan berbentuk ayam ini mulai dibangun pada tahun 1990 tetapi kemudian dihentikan pada tahun 2000. Setelah itu bangunan ini terbengkalai dan lambat laun menjadi tak terurus. Setelah beberapa tahun tak ada yang mengetahui keberadaan bangunan ini kecuali penduduk sekitar, beberapa orang kemudian “menemukan” kembali bangunan ini dan mengunggahnya di media sosial tanpa keterangan yang memadai sebab memang saat itu fungsi bangunan ini tak diketahui.

Lambat laun bangunan ini menimbulkan spekulasi dan akhirnya menjadi semacam misteri untuk dipecahkan. Bangunan ayam ini terdiri dari dua lantai. Lantai dasar terdiri dari beberapa ruangan kecil sedang lantai di atasnya digunakan sebagai tempat berdoa. Karena terbengkalai, bangunan ini sedikit tidak terawat dan hanya dijadikan tempat wisata bagi para wisatawan.

Saya pun termasuk orang yang penasaran dengan bangunan tersebut dan sewaktu liburan kemarin saya menyempatkan diri untuk mencoba menjelajah bangunan tersebut, sampai di bangunan tersebut ternyata sudah mulai di renovasi kembali oleh pemiliknya, sehingga pastinya lambat laun semakin ramai orang yang mengunjungi maka pasti akan dikenakan biaya, dan untuk bisa naik ke puncak bangunan dikenakan biaya 5000 rupiah serta parkir sebesar 3000 rupiah.

Berikut suasana terbaru bentuk bangunan setelah di renovasi dan dibersihkan.

Badan bangunan

Mulut bangunan

view dari mulut ayam.. :D



Nemu tangga jd bisa poto2 di atas badan bangunan


Suasana dalam bangunan

Share:

Romantisme Pria Pendiam

Benarkah gw ini termasuk orang yang pendiam?? Kadang gw bingung, ada teman yang bilang iya, ada teman yang bilang tidak. Mana yang benar coba?

Mungkin dari teman-teman juga ada yang merasakan hal yang sama seperti ini dimana kita merasakan sebagai orang yang pendiam, sulit untuk bercanda, dsbnya.

Dari hasil berselancar di dunia maya saya dapati salah satu contoh ciri-ciri orang pendiam beserta ulasannya yang sesuai dengan pribadi gw, contoh tersebut saya ambilkan dari sebuah blog bernama priana13.wordpress.com dengan rincian sebagai berikut:

#Sulit Bergaul
Dalam bergaul tentu seseorang di haruskan memiliki kecapakan dalam berbincang dalam memahami kemauan lawan bicaranya. Berbeda dengan orang pendiam, orang pendiam biasanya dan kebanyakan tidak pandai dalam berbincang dengan lawan bicaranya, sehingga ketika kita berbicara dengan mereka maka akan kita dapati pembicaraan terkesan agak kaku.
Ini gw akui benar, q pun kadang merasakan hal yang sama seperti tulisan di atas, salah satu cara yang gw lakukan adalah gw berusaha untuk mencari teman dengan bergabung dengan komunitas2 tertentu seperti traveling, dsb ya dengan tujuan supaya mempunyai relasi yang banyak tetapi memang agak sulit ternyata.

#Berkepribadian Introvert.
Introvert itu mungkin bisa di bilang “Individualis” atau lebih mementingkan diri sendiri dari pada orang lain. Begitupun dengan orang pendiam, mereka lebih cenderung melihat diri sendiri dari pada orang lain. Misalnya, jika kebanyakan orang sibuk dengan perbincangan tentang keburukan orang lain maka orang pendiam lebih cenderung mengintropeksi diri dan melihat pada kekurangan yang ia miliki. 
Kalau ini sebenarnya gw juga ga terlalu suka dg yg namanya menggosip, menurut gw dari pada membicarakan keburukan orang lain lebih baik mengkritik dan membicarakan langsung supaya kedepan bisa menjadi lebih baik buat orang lain dan buat pembelajaran gw sendiri.

#Suka Minder
Seseorang akan merasa minder tatkala ia menyadari bahwa dirinya memiliki kekurangan. Sama halnya dengan orang pendiam. Orang pendiam, biasanya ia akan merasa minder dalam hal sosialisasi dengan lingkungannya sehingga sangat nampak sekali dalam hal keminderannya. Akan tetapi, biasanya seroang yang pendiam itu memiliki kelebihan dalam satu bidang tertentu. Dan kelebihan tersebut dikecualikan dalam hal keminderan, karena mereka akan lebih merasa PD (percaya diri) dalam satu hal yang benar-benar di kuasainya.
Kalau minder kadang iya, mungkin karena banyak teman yang lebih baik ya tp namanya orang minder wajar khan asal tidak berlebihan, gw berusaha mensyukuri apa yang ada sekarang, nasib itu Tuhan yang menentukan, manusia yang berusaha. Bagaimana pun kelebihan orang lain itu kalau bisa menjadi motivasi buat kita juga supaya lebih baik. Benar ga??

#Lebih Suka Menyendiri
Menyendiri itu katanya “lebih menenangkan Jiwa”, mungkin alasan ini yang menyebabkan seorang yang pendiam lebih suka menyendiri dibandingkan berdiam di keramaian. Bagus memang, tapi jangan salah, bahwa seorang yang pendiam itu akan merasa diasingkan jika ia sendiri dalam keramaian orang yang telah ia kenal. Misalnya, ada teman kita yang ia terkenal pendiam. Akan tetapi ketika kita asik bercanda ria dengan teman yang lain sedangkan ia hanya sendiri tak kita pedulikan, justru hal demikian lebih menyakitkan bagi mereka.
Hahahaha klo ini mah sering kayanya, tp benar kok dalam keheningan itu membuat kita merasa tenang, merasa santai, dan sebagainya apa lagi dengan udara yang sejuk. Mungkin kalau menurut gw penyebab dari kata "diasingkan" itu karena kita susah untuk bersosialisasi dekat dengan mereka, tidak bisa berbuat humor yang banyak karena kebanyakan saya rasa lebih baik berbicara apa adanya, tetapi memang tidak selihai orang yang menyenangkan yang suka membuat humor-humor yang menarik.

#Menghindar Dari Masalah.
Mungkin yag dimaksud “menghindar dari masalah” adalah lebih suka tidak terlibat dalam satu masalah yang orang lain alami. Misalnya, jika Anda lebih suka ingin mengetahui apa yang terjadi dikala ada keributan di jalan sehingga berusaha untuk menghampirinya, maka berbeda sekali dengan orang yang pendiam, mereka lebih memilih menghindar dan tidak mau tau karena ia pikir tak ada gunanya juga mellihat hal demikian.
Ya liat keadaan juga klo menurut gw, selama gw bisa menolong ya masa ga di tolong juga. Sekiranya hal tersebut tidak terlalu penting yang ngapain juga kita ikut2 campur.

#Lebih Memilih Menyelesaikan Segala Hal Sendiri
Jika kebanyakan orang lebih senang jika ada yang membantunya dalam hal apapun yang amat memberatkan bahkan dalalm perkara kecil sekalipun, maka berbeda sekali dengan orang pendiam. Orang pendiam akan lebih senang jika ia kerjakan dan selesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungannya ia selesaikan sendirian tanpa bantuan orang lain.
Hahahaha bener kalau ini, gw juga merasakan hal yang demikian, selama gw bisa selesain sendiri ya lebih baik gw selesain sendiri masalahnya, kadang gini, gw merasa bingung juga harus menyuruh orang lain sedangkan gw bisa mengerjakannya, itulah yang menurut gw lebih suka mengerjakan tugas sendiri.

#Tidak Menyukai Perdebatan.
Banyak orang memang lebih suka jika ia mengalahkan lawan bicaranya untuk mempertahankan pendapat yang ia sampaikan. Berbeda dengan orang pendiam, orang pendiam lebih suka memberi kesempatan kepada lawan bicaranya untuk menyampaikan apa yang ia yakini sebagai suatu kebenaran. Walaupun demikian, tentu sebagai manusia pasti ada saja hal yang mengganjal ketika kita tidak setuju dengan satu pendapat. Dan orang pendiam, mereka lebih bisa menahan pendapatnya untuk menghargai orang lain atau karena ia tidak pandai mengungkapkan apa yang ingin ia sampaikan.
Kalau dalam hal bicara gw pun demikian, paling males dengan yang namanya berdebat. Kalau iya ya, klo tidak ya tidak, sukanya yang simple aja dan ga suka bertele-tele juga. Tp kadang kalau melalui media sosial jika ada sesuatu yang menyingung dan pantas di perdebatkan, kadang disitu gw merasa suka untuk menanggapinya. Gmn coba apakah bisa di katakan ga jentel?? klo Tuhan menciptakan seperti ini gmn bisa nolak? karena saya merasa setiap prkataan itu harus di pikir matang2 terlebih dahulu dari pada salah malah berabe khan..

#Suka Berbicara Dengan Diri Sendiri.
Orang pendiam sering sekali berbicara dalam hatinya. Mungkin bila dituangkan dalam sebuah buku apa yang mereka katakan dalam hati mereka setiap harinya, maka akan tercipta buku tebal dengan ribuan jilid jika dikumpulkan sepanjang hidupnya. Meski demikian, yang mengherankan mereka jarang sekali mengeluarkan kata-kata dalam bentuk lisan sehingga apresiasinya dapat di dengar orang lain sehingga lebih bisa bermanfaat.
Mungkin ini jg cocok apa lagi sekarang khan jamannya aktif di media sosial kebanyakan segala sesuatu pasti akan banyak di ungkapkan melalui media sosial, entah kenapa itu bisa terjadi. Muungkin seperti di film2 atau sinetron-sinetron indonesia dimana orang berbicara dalam hati tapi orang seantero jagat bisa mendengarnya.

#Suka Mengkhayal
Menghkhayal memang termasuk pekerjaan yang mudah, kenapa demikian? tentu saja, kiata hanya perlu berdiam sejenak tanpa menggerakan anggota badan kemudian menorawang ke alam pikiran kita. Mugnkin hal ini yang menjadi salah satu alasan kenapa orang pendiam lebih senang dengan hal yang berbau seni misalnya menggambar, Fotography dan hal lain yang serupa yang berbau seni.
Yups bener sekali karena menghayal itu salah satu awal untuk kita berusaha mewujudkannya. Mungkin wajar saja khan berhayal, tp klo kebanyakan bisa jadi itu sudah ga normal.. :D
#Pemalu
Pemalu itu katanya perbuatan Mulia. Tau kenapa? tentu saja jika seseroang tidak memiliki rasa malu, mungkin ia akan telanjang bulat di pinggir jalan memamerkan auratnya. Begitu pula kebanyakan para pemudi sekarang yang gemar memamerkan Pah* dan D*da mereka di tempat-tempat umum karena rasa malu mereka telah hilang. Apakah malu nya orang pendiam demikian? Tentu tidak bisa kita katakan benar secara keseluruhan. Mungkin yang dimaksud “Pemalu” dari orang penidam adalah ketika mereka dihadapkan pada masalah sosialisasi saja. Misalnya, malu bicara di depan umum, malu ketika bertemu dengan “calon mertua” he2, dsb.
Pemalu tapi punya etika kalau menurut gw, pemalu di depan umum tp masih tetap punya etika sopan-santun, tata krama dan sebagainya, karena merasa jika gerak-geriknya itu dapat mencerminkan pribadinya makanya jika mau melakukan sesuatu pasti harus berpikir terlebih dahulu. Benarkah demikian?? ga tau juga kalau orang lain berpendapat beda.

#Lebih Penyabar
Orang pendian lebih penyabar, apa benar demikian? Tentu harus ada bukti konkrit terhadap hal ini. Akan tetapi fakta dilapangan memang membuktikan bahwa orang pendiam itu lebih memilih tidak mempermasalahkan ketidaknyamanan yang ia dapatkan akibat orang lain. Jika tidak percaya, coba saja cek dilapangan! he22.
Benar sekali, jujur gw merasakan seperti itu dan itu terbukti gw selama ini bisa mempertahankan hubungan dengan lancar, minim pertengkaran, mudah menyesuaikan keadaan. dsb. Yang penting seseorang merasa nyaman, ya gw pun berusaha untuk membuat senyaman mungkin meskipun keadaan tidak mendukung.

#Orang nya Segan-an
Apa maksud dari “Segan-an”? maksudnya seperti ini. Misalnya kita amat membutuhkan bantuan seseroang untuk mengerjakan satu pekerjaan. Ketika kita minta bantuan orang yang pendiam, maka kemungkinan besar ia tak akan bisa menolak untuk membantu kita meskipun sebenarnya ia pun memiliki kepentingan.
Seperti itulah kenyataannya, sebenarnya kita pengen sekali bisa membantu walaupun kita sendiri sedang dalam perkerjaan, karena jika orang lain bangga pasti kitapun akan merasa bangga bisa membuat orang bahagia. Benar khan?? :D kembali lagi itu yang gw rasakan jg ya.. hehehe

#Kebanyakan Pintar.
Meskipun poin ini tidak bisa dikatakan benar 100%, tapi kebanyakan memang orang pendiam lebih pintar. Memang ada yang mengatakan bahwa kepintaran seseorang tidak bisa dinilai hanya dari satu sisi saja, akan tetapi harus di lihat dari berbagai penilaian. Pintar yang dimaksud di sini dalam hal “Keilmuan” terutama dalam hal “eksak”.
Wah kalau yang ini gw ga bisa berkata lagi klo lihat diri gw sendiri pasti berbeda 140an derajat. gw bukan orang yang pintar atau pandai juga, tp yg gw bisa melalukan sesuatu itu karena sebuah anugerah dan kerja keras pastinya, gw merasa bukan sebagai orang yang terlalu pintar atau pandai sekalipun, tetapi jika ada yang ingin berbagi ya selama gw bisa membantu pasti akan gw bantu.


Jadi kesimpulannya bagaimana?? Mungkin ada benarnya juga, kadang ada kalanya gw merasa sebagai orang pendiam, sebagaimana yang di sebutkan di atas, orang pendiam itu simple, apa adanya, dan ga neko-neko. 

Sekarang gimana klo dalam hal romantisme, pria pendiam itu?? Coba kita baca ciri-ciri berikut ini yang saya ambil dari halaman gramediamajalah.com.

Berikut beberapa ciri romantisme pria pendiam dalam hal asmara dengan pasangannya yang gw yakin sama dengan pribadi gw saat ini. :D
1. Ciuman yang dalam
Siapa yang tidak menyukai ciuman yang lama dan dalam? Jika pasangan sering melakukannya dan Anda juga merasakan hasrat yang sama, maka sudah jelas ia sangat suka berada di samping Anda. 
2. Tersenyum setelah berciuman
Tentu Anda akan tersenyum bahagia setelah mencium orang terkasih. Senyuman yang muncul itu menunjukkan perasaan positif yang muncul setelah Anda berdua saling berciuman. 
3. Pendengar yang baik
Walau si dia belum menyatakan secara terbuka hubungan Anda berdua, tetapi jika ia selalu ada saat Anda butuh teman bicara dan ia mampu jadi pendengar yang baik, itu adalah tanda bahwa Anda berarti untuknya.
4. Menelepon tanpa alasan 
Si dia sering menelepon atau mengirim pesan kepada Anda tanpa alasan yang jelas, atau karena memang sedang ingin ngobrol saja? Ini adalah tanda ia selalu memikirkan Anda. 
5. Minta pendapat Anda
Ia sering meminta pendapat dan masukan Anda, baik saat ia ingin mencari kado untuk ibunya maupun bagaimana cara menghadapi bos di kantor barunya. Ia meminta pendapat Anda karena menghargai Anda dan pendapat Anda penting baginya.
6. Tak bisa jauh 
Apakah si dia tak bisa jauh dari Anda? Misalnya, ia selalu mencari alasan untuk melakukan aktivitas bersama, entah itu menemani Anda ke toko buku atau sekadar mengantar pulang. 
7. Tertawa bersama
Anda berdua kompak dalam segala hal, termasuk saat menertawakan hal yang sama. Ia tidak hanya suka berada bersama Anda, tetapi juga kerap tertawa saat Anda melontarkan lelucon. 
8. Sentuhan spontan
Saat sedang berada di tempat umum, apakah ia kerap menggandeng Anda atau menyentuh pinggang agar tetap berdekatan? Sentuhan-sentuhan spontan semacam ini menunjukkan ia ingin selalu berada di dekat Anda. 
9. Memilih kado istimewa
Istimewa tak selalu berarti mahal. Bisa saja itu adalah kado yang ia cari atau buat dengan usaha serius. Kado istimewa juga berarti kado yang memang tepat dengan keinginan Anda. 
10. Mengenalkan kepada keluarganya
Memperkenalkan Anda kepada keluarganya menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang penting baginya dan ingin agar keluarganya juga menganggap demikian.
Setalah baca ciri diatas, menurut gw kebanyakan memang benar, karena pria pendiam itu kebanyakan spontan, unik, dan mungkin menarik juga... Jadi jangan pernah minder kalau memang merasa sebagai pribadi yang pendiam, jangan menjadi peribadi yang pendiam tetapi di belakang berteriak, meronta, dsb. Banyak khan yang seperti itu dari kasus kejahatan yang di kenal pendiam dsb. Tidak selamanya orang pendiam itu hanya berdiam diri, tp berusaha melakukan hal-hal yang baik yang bisa di kembangkan lebih baik lagi.
Mungkin orang pendiam itu saingannya orang tajir kalau dalam hal romantis-romantisan. hahaha kalau orang tajir mungkin bisa membanggakan dengan materi, kemewahan dan sebagainya, tp klo pria pendiam itu lebih baik menjadi diri sendiri apa adanya. Betul ga??

Mungkin ada komentar mengenai artikel di atas, monggo sampaikan komentarnya.. untuk kita bersama juga hasilnya baik maupun buruknya.

Share: