Setelah Kebun Bunga “Amaryllis” Wisatawan Alay Kembali Merusak Kebun Bawang di Majalengka

Setelah kejadian di jogjakarta yaitu Rusaknya Kebun Amarylis oleh para pengunjung-pengunjung alay atau biasa di sebut alayers Kasus serupa kembali terjadi di Majalengka, Jawa Barat.

Kali ini ulah berlebihan “alayer” dan “narsiser” merusak tanaman di lahan pertanian. Bukan kebun bunga, tapi tanaman bawang daun milik petani yang menjadi korban. Akun Okka Supardan di media sosial mengunggah 6 foto yang menggambarkan para “alayer” dengan santainya menginjak-injak tanaman bawang daun miliki warga setempat.

Dengan wajah tanpa dosa mereka asyik berselfie ria dan merusak tanaman. Dari foto pertama yang diunggah, terlihat seorang wanita berkacamata sedang membidikkan gagdetnya kearah pria yang berada didepannya. Sementara di sudut lain seorang laki-laki berbaju merah sedang santai mengabadikan temannya. Sadar atau tidak kaki-kaki mereka, menginjak-injak tanaman bawang daun tanpa rasa bersalah.

Jujur saya pun sebagai anak petani juga dapat merasakan apa yang dirasakan oleh pemilik kebun jika yang mempunyai kebun itu melihat tanamannya hancur luluh lantak, dan pasti tidak akan terima setelah susah payah menanam dan merawatnya malah dirusak oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Apa yang dilakukan oleh para pengunjung itu sangat bodoh apalagi mereka bukanlah anak-anak lagi dan sudah berumur dewasa tetapi sayang pemikirannya masih seperti anak-anak.

Seharusnya siapapun yang berkunjung ke tempat itu meskipun pemandangannya bagus, hendaknya lebih bijak dengan menghormati para petani yang menggarap ladang serta kebun mereka untuk kehidupan sehari-hari itu khan sudah menjadi ladang milik warga. Mari hargai dan hormati penduduk sekitar, mari merawat lingkungan dan saling mengingatkan. Agar dikemudian hari tidak terjadi lagi hal seperti ini.

Berikut beberapa foto yang semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua.

Biar apa coba maksudnya?

inilah akibat di injak-injak

Bawang yang seharusnya tumbuh subur malah mati mengenaskan

Masih anak-anak kah mereka?

Saling tertawa tanpa punya rasa bersalah

Hanya demi sebuah popularitas di dunia maya

Hancur semua

Mungkin lebih baik jika ingin mengabadikan gambar cukup dari jarak jauh dari tempat yang bukan di area kebun seperti ini itu lebih baik  untuk menghargai para petani yang ada disana.

Comments