Susno Duadji, Seorang Jendral Yang Kini Jadi Petani

Sebelumnya mari kita berpikir positif terlebih dahulu terhadap artikel ini, tidak ada unsur politik atau apapun dalam artikel ini karena yang admin ambil adalah makna didalamnya yang mungkin teman-teman sudah tau untuk mengambil makna dalam sebuah cerita. hehehe kaya pelajaran bahasa indonesia ya..

Membaca berita di media admin tertarik dengan sebuah judul " Susno Duadji, Seorang Jendral Yang Kini Jadi Petani " pasti sudah pada tau siapa itu seorang Susno Duaji, admin aja baru tau sekarang ceritanya.. :D

Langsung saja pada cerita pokoknya, di bawah ini admin ambil dari salah satu situs berita di indonesia, Katanya dulu Susno Duaji adalah seorang jendral bintang tiga yang pasti disegani banyak orang. Lalu... sekarang dia jadi petani, kok bisa??

Seperti apa karier Susno sebelum akhirnya menjadi seorang petani?

Susno resmi menjadi anggota kepolisian usai lulus dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) Kepolisian pada 1977. Hampir sebagian besar kariernya dihabiskan menjadi seorang perwira polisi lalu lintas, dan sempat berkunjung ke-90 negara untuk mempelajari kasus-kasus korupsi.

Kariernya baru mulai menanjak ketika dia dipercaya menjadi Wakapolres Yogyakarta, setelah itu dia sempat diangkat sebagai Kapolres di Maluku Utara, Madiun, dan Malang. Setelah malang melintang di daerah, Susno ditarik ke Jakarta dan ditunjuk sebagai pelaksana hukum di Mabes Polri dan mewakili kepolisian untuk membentuk KPK pada 2003.

Setahun berikutnya, dia ditugaskan di Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Setelah menjalani empat tahun berdinas di lembaga tersebut, dia dilantik sebagai Kapolda Jabar, tak sampai setahun dia kembali diangkat menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri yang dilantik sebagai Kapolri.

Selang setahun, Susno menyatakan mundur dari jabatannya pada 5 November 2009, namun pada 9 November 2009 dia aktif kembali sebagai Kabareskrim Polri. Tak sampai sebulan, Susno diberhentikan Kapolri secara resmi.

Pemecatan itu tak lepas dari beberapa pernyataannya yang dianggap membuat panas jajaran Polri. Mulai dari istilah cicak buaya yang kemudian memicu gelombang protes dari masyarakat, kemudian kode 'Truno 3' saat KPK menyadap Susno terkait penyelidikan kasus Century.

Susno juga mengungkap pegawai pajak yang memiliki rekening gendut, akhirnya pegawai tersebut dibekuk polisi dan dijebloskan penjara, dia adalah Gayus Tambunan. Rupanya, kasus ini turut menyeret sejumlah jenderal di kepolisian, seperti Brigjen Pol Edmon Ilyas dan Brigjen Pol Raja Erizman, pejabat kejaksaan seperti Cyrus Sinaga, kehakiman dan aparat dari Departemen Keuangan hingga kehilangan jabatannya. Terungkapnya kasus tersebut membuat Susno disebut-sebut sebagai whistle Blower.

Setelah lama kasusnya berlalu, kini Susno memilih pulang ke tanah kelahirannya di Pagaralam, Sumatera Selatan. Untuk mengisi waktu luangnya, Susno memilih bertani dengan menggarap lahan milik kedua orangtuanya, seperti kebun, sawah, pekarangan dan kolam ikan.

"Sawah ini adalah warisan orangtua saya yang juga petani, luasnya tidak seberapa. Sekarang saya garap sendiri, benaran loh!" tulis Susno lewat akun Facebook miliknya, Selasa (24/5).

Berikut foto-foto beliau saat ini:








Bagaimana jika dibandingkan dengan foto di awal?? Yah namanya rejeki pak pasti sudah ada yang mengaturnya, mungkin saja saat jabatan tinggi hidup terasa lebih mudah dan apapun bisa dilakukan walaupun terkadang banyak masalah-masalah besar yang harus dihadapi, Tetapi saat berada di bawah pasti Tuhan sudah punya rencana lain bahwa jabatan ataupun kekayaan bukanlah segalanya, terkadang orang lebih nyaman jika hidup sederhana yang penting semua kebutuhan tercukupi. 

Dari pengalaman Bapak diatas ambil saja sisi positifnya saja terutama bagi kami yang masih awam, mungkin dengan hidup sederhana Bapak lebih terbuka dan rendah hati untuk membantu orang lain tanpa melihat jabatan yang pernah bapak tempati. Dari berita yang saya baca banyak juga yang berkomentar negatif, tetapi jika memang hidup sederhana dengan penuh ketulusan , admin hanya bisa ambil dari segi positifnya saja. 

Mungkin dari kondisi bapak yang sekarang, bisa digunakan untuk membantu memperjuangkan para petani lainnya agar bisa merasakan hidup yang lebih layak, nyaman khan jadi petani, karena dari petanilah rakyat indonesia bisa makan.

Bagaimana tanggapan teman-teman??

Comments

Post a Comment