🎁 Spesial buat pengunjung Idblogpacker, akan ada yang spesial dalam 5 detik...

Rute Menuju Kawasan Wisata Gunung Kidul, Keliling 9 wisata gunung kidul dalam 2 hari.

Liburan imlek, wah kesempatan nih buat liburan dan bersenang-senang. :D Kebetulan liburan di mulai dari hari rabu sebelum hari raya imlek jadi bisa menikmati libur 2 hari. Klo bagi seorang pekerja libur 2 hari itu sudah cukup wah.. Apa lagi klo bisa libur berbulan-bulan tambah sip itu klo yg jd bos nenekmu... wkwkwkwk

Sebelum libur datang rencana kali ini pengennya ke daerah gunung kidul kalau dari jogja sekitar 2 jam'an, katanya bagus tempat2nya.. Dari situlah saya mulai tertarik untuk berlibur disana..

Mulailah satu minggu sebelum liburan saya persiapkan dulu, perkiraan budget, rencana-rencana, dan jalur mana saja yang harus di lalui. Untuk melihat kondisi tempat2nya saya mulai browsing dari internet, dan pastinya menggunakan bantuan google earth untuk melihat jalur2nya dan letak tempat wisatanya.

Pertama saya membuat jalur perkiraan tempat2 mana yang harus dikunjungi.


Setelah membuat perkiraan jalur2nya selanjutnya membuat rencana  jadwal dan jam yang harus di kunjungi.

Start  Solo : 09.00
Solo – Wonosari : 2 Jam
Wonosari – Desa Kemadang : 1 Jam
14.00 Desa Kemadang – Ngobaran : 1 Jam
15.00 – 16.00- Ngobaran
17.00 Bermalam di Pantai Sundak
04.00-07.00 Pantai Sundak,
07.00 – 08.00 Pantai Kukup,
08.15 – 09.15 Pantai Ndrini,
09.15 – 10.15 Pantai Krakal
Pantai Krakal – Pantai Timang 1 Jam
11.30-12.30 Pantai Timang
13.00 – 14.00 Pantai Jogan
15.00 Kembali – 19.30 Sampai di Solo

Karena waktu hanya 2 hari dan itu pun harus di batasi waktu. Setelah semuanya di rencanakan kebetulan juga tidak perlu menyewa sepeda motor karena itungannya sudah dapat pinjaman di wonosari jadi tidak perlu jauh2 mengendarai sepeda motor.

Tiba waktunya besok sudah libur, saya pun berangkat dari surabaya pukul 23.00 menuju ke terminal solo karena menunggu seseorang disana. Berangkat dari terminal solo ke wonosari 08.30 yang ternyata maju setengah jam dari jadwal, ternyata setelah perjalanan dari solo terus oper bis jurusan wonosari di bypass jogja-wonosari, sesampainya di wonosari pukul 13.15 menempuh perjalanan 5 jam. Dari wonosari saya pun mengambil sepeda motor dan melanjutkan perjalanan. Rencana pertama berubah yaitu mampir dulu ke Gua Maria Tritis paling tidak berdoa dulu sebelum melanjutkan perjalanan.. :D

Gua Maria Tritis

Setelah dari Gua Maria Tritis sekitar pukul 14.00 saya melanjutkan perjalanan ke pantai ngobaran karena jaraknya sekitar 14 km perjalanan di tempuh sekitar 45 menit, Sampai di pantai ngobaran saya disuguhkan pemandangan yang luar biasa, pastinya disana pertama adalah foto-foto menghabiskan memori..

Pemandangan dari atas pantai ngobaran
Sekitar pukul 16.00 saya melanjutkan perjalanan menuju pantai baron karena sayang kalau di lewati.. pemandangan pun tidak kalah menarik meskipun tidak terlalu luas tetapi pengunjungnya lumayan banyak.

Pantai Baron
Setelah puas berfoto2 di pantai baron, perjalanan pun di lanjutkan ke pantai kukup, ternyata setelah berada di sekitar pantai, pantai ini bukanlah tujuan sesuai dengan jadwal. Di pantai kukup ini tetap saya sempatkan untuk sekedar berfoto-foto dan melihat pemandangan di sekitaran pantai.

Di Sekitar pantai Kukup

Karena matahari sudah mau terbenam,  rencananya selanjutnya adalah menikmati sunset di pantai sundak, dan ternyata kali ini pas sesuai dengan yang ada pada jadwal. Disini pun saya menikmati pemandangan yang luar biasa suasana matahari terbenam di sore hari sembari melihat di sekeliling suasana yang indah.

Menunggu sang surya tenggelam di balik bukit.

Karena suasana sudah mulai gelap, saya pun memutuskan untuk tidak menginap di pantai sundak karena suasana yang mulai sepi saya pun menuju ke pantai krakal untuk mencoba mencari penginapan disana sekalian pagi harinya bisa langsung melihat sunrise di pantai krakal. Pukul 06.00 saya melihat keluar dan ternyata pagi itu hujan mengguyur kawasan gunung kidul jadi matahari masih tertutup mendung dan di pastikan gagal untuk melihat sunrise, tetapi pemandangan pagi hari disana sangat indah hingga pukul 07.30 saya pun mulai berkemas untuk melanjutkan perjalanan.


Pemandangan karang berlumut di pantai krakal sebelum air laut pasang.

Perjalanan selanjutnya menuju pantai drini yang kurang lebih 4 km dari pantai krakal di sana lumayan lama karena bertemu dengan seorang teman lama. Disana pengunjung bisa menyebrang ke pulau drini dengan menggunakan tali tetapi pastinya harus basah kuyup ataupun bisa naik ke pulau kodok yang di seberangnya juga terdapat pantai kodok.
Pulau drini yang terlihat dari kejauhan.
Setelah puas menikmati pantai drini, sekitar pukul 09.00 saya melanjutkan perjalanan ke pantai timang yang perjalanannya cukup jauh sekitar 18 km, perjalanan pertama jalan cukup mulus hingga masuk ke jalur arah pantai pertama masih beraspal, setelah masuk lebih dalam, perjalanan lumayan sulit dan menguras tenaga karena hanya jalanan berbatu dan lumayan licin saat turun karena habis hujan.

Gondola penyeberangan tradisional.

Perjalanan sulit tersebut setimpa dengan pemandangan yang disuguhkan di pantainya, disana terdapat sebuah katrol atau yang biasa di sebut gondola dan pantainya pun sepi terasa seperti pantai pribadi. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10.30 saya mulai bergegas kembali menuju ke perjalanan terakhir yaitu pantai jogan.

Perjalanan tersulit adalah jalur menuju pantai timang yang sekitar 3 km adalah jalan berbatu yang terjal. Setengah jam perjalanan akhirnya saya sampai di kawasan wisata pantai jogan, siung, dsb. tetapi saya hanya menuju ke pantai jogan sesuai dengan rencana, karena pemandangannya bagus, pantainya juga unik karena terdapat air terjun dari sungai yang berada di atasnya.

Air Terjun Pantai Jogan
Puas menikmati pemandangan disana, sekitar pukul 12.00 saya melanjutkan perjalanan untuk kembali ke wonosari karena melihat perjalan dari wonosari ke solo sekitar 5 jam saat berangkat td jd waktu yang sebelumnya sampai pukul 15.00 dari wonosari harus di majukan menjadi pukul 13.00 di sana saya berpisah dengan teman yang tadinya bertemu di pantai drigi karena masih ingin menikmati pemandangan di pantai siung jadi saya memutuskan untuk kembali. Sesampainya di wonosari sekitar pukul 13.00 dan saya pun mengembalikan sepeda motor. sekitar pukul 14.00 saya pun melanjutkan perjalanan pulang menuju ke terminal solo, sesampainya di terminal solo waktu menunjukkan pukul 19.00. Dan pukul 19.00 saya kembali menuju ke surabaya dengan menumpang bis ekonomi hingga sampai di surabaya pukul 02.00 dan pagi harinya kembali melakukan aktifitas bekerja.

Gimana sudah ada gambaran untuk berwisata di gunung kidul??? Keren lho kalau mau di kunjungi semua mungkin harus perlu waktu sekitar 1 minggu.. hehehehe

Yuk mampir di ulasan-ulasan di bawah ini.




Sekian terima kasih.




Share:

Menyusuri Pantai Popoh Tulungagung

Kemarin setelah acara Lomba Lintas Alam Lindri Land Rock admin meluangkan waktu sejenak untuk menyambangi wisata di tulungagung yaitu pantai popoh, ada yg lucu kemarin sempat bertanya jarak dari ds. gamping ke pantai popoh ada yang bilang kurang lebih setengah jam kalau jalan kaki, dan saya coba beneran. Ternyata setelah jalan kaki hampir 1 jam belum sampai juga sampai, akhirnya saya bertanya kepada seseorang d pinggir jalan dan ternyata masih kurang sekitar 6 Km lagi belum naiknya.. Akhirnya di situ saya menyerah dan mencari ojek untuk langsung ke pantai popoh. Disana saya pun menyuruh tukang ojek tersebut untuk menunggu.

Menurut informasi Pantai Popoh, adalah salah satu obyek wisata pantai di tulungagung yang letaknya tetap di pesisir Samudra Hindia, kalau jarak dari kota sejauh 30 Km sebelah selatan.
Pantai tersebut langsung berhadapan langsung dengan laut Bebas Samudera Hindia ini memang banyak menawarkan keeksotikan keindahan panorama pantai, baik wisata bahari maupun keindahan deburan ombaknya.

Pantai Popoh merupakan salah satu obyek wisata andalan daerah Tulungagung, berbagai acara selalu diadakan di kawasan wisata ini baik itu musik ataupun acara-acara lain. Hampir setiap hari libur dan hari besar kawasan wisata ini selalu dipadati pengunjung, baik yang berasal dari sekitar Tulungagung maupun luar Tulungagung bahkan tidak sedikit yang berasal dari luar negeri.

Pantai Popoh berbentuk teluk dan berada di ujung timur pegunungan Kidul. Air yang cukup tenang, angin laut yang tidak begitu kuat, dan keindahan gunung disekitar teluk telah menjadi daya tarik utama pantai ini.

Yuk kita jelajahi pantai tersebut.

Suasana keramaian di pinggir pantai

Share:

Lindri Land Rock XXV 2015

" Mas, ga ikut acara petualangan lintas alam ta? " Tanya seorang teman
" Di mana? Acara apa ya? "
" Itu mas lomba lintas alam nasional, namanya Lindri Land Rock tempatnya di tulungagung. "
" Coba ntar q liat info2nya dulu. "

Sekitar satu bulan yang lalu  saya di beri tahu seorang temen tentang acara lomba lintas alam namanya lindri land rock katanya lomba lintas alam tingkat nasional, setelah beberapa hari saya mulai mencari informasi-informasi tentang lomba tersebut ternyata lomba tersebut merupakan lomba lintas alam yang setiap tahun selalu dilaksanakan dalam rangka merayakan hari ulang tahun mbak Vinas Valentine Lindri Syahputri pada tanggal 14 Februari. Sedangkan Vinas Valentine Lindri Syahputri adalah pemecah rekor muri PEJALAN KAKI TERMUDA pada tanggal 19 Juni 1990 - 14 Juli 1990 ( 26 hari ) dengan Rekor : 555 km MURI Semarang - Taman Mini - Cibubur - Monas.

Akhirnya saya tertarik dan penasaran untuk mencoba mengikutinya. Karena acara akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari pagi, atau 14 februari dini hari maka saya mulai memesan tiket kereta api pada tanggal 15 januari, dan pada tanggal 16 januari saya langsung mencari alamat penjualan tiket lomba di kampus ITS surabaya dan dapatlah nomor urut 363 dengan peserta perorangan putra.

Tiba waktunya tanggal 14 februari 2015, segala persiapan telah saya siapkan pada malam hari sehingga setelah ijin dari tempat kerja untuk pulang cepat langsung bisa berangkat. Kereta berangkat pukul 10.55 dengan menempuh perjalanan sekitar 6 jam, di dalam kereta pun sudah banyak peserta yang berangkat dari berbagai kota hingga sampai di stasiun pun banyak peserta yang memilih jalan kaki menuju ke terminal karena tidak ada angkutan di kota tersebut. Setelah sampai di terminal para peserta sudah di sambut dengan angkutan elf yang berjajar di pinggir jalan, kami pun bersama-sama dengan teman-teman baru berangkat menuju lapangan desa ds. gamping pada pukul 17.30 disana sudah ramai suasananya.


Start dan Finish

Sambil menunggu saya pun sempat mencari makan di sekitar lapangan situ, dan ternyata makanan di sana murah2 bro, nasi bungkus saja cuma 5000 kalau di bandingkan dg surabaya... hehehehe 
saat sudah mulai menjelang malam, saya bertemu dengan teman saya dan mengajak saya untuk ikut bergabung dg teman2 dari warkop petualang 19 korem surabaya yang juga sama2 dari surabaya. Menunggu hingga tengah malem bukannya waktu yang cepat jhe sambil cangkruk ngobrol2 sambil di temani secangkir kopi suasana pun sudah mulai rame karena banyak yang mulai berdatangan.
Sesaat sebelum acara di mulai pun kami menyempatkan untuk sekedar berfoto2 dan inilah cara paling mudah untuk membuat kenangan.. :D

Persiapan
Share:

Bakti Sosial Gembel Elite Traveler kemarin SUKSES.. Terima Kasih SSCS :)

Selamat pagi kawan, seperti biasa ni mumpung lagi nyantai sekalian lah curi-curi waktu supaya bisa buat update blog lg.. hehehe

Yups kali ini saya akan cerita tentang acara baksos alias bakti sosial kemarin minggu, baksos ini adalah salah satu agenda dari komunitas traveling ala Gembel Elite Traveler Surabaya dalam rangka menyambut hari natal dan tahun baru 2015, dulu juga saya pernah share di blog ini saat Perjalanan Ke Pulau Gili Labak Madura, Biasanya traveling khan identik dengan jalan-jalan atau suka mengunjungi tempat-tempat baru nah selain sekedar jalan-jalan, tim dari GETS sebutan dari Gembel Elite Traveler Surabaya mempunyai ide bagaimana kalau kita tidak hanya jalan-jalan semata tetapi juga melakukan aksi sosial juga, akhirnya terbentuklah tim baksos mulai dari ketua pelaksana, bendahara, perlengkapan, dan sebagainya.
Share:

Fenomena alam batu jamur di gresik yang terancam hancur

Batu Jamur atau Mushroom Rock adalah batu yang berbentuk menyerupai jamur dan tersusun dari dua bagian yang berbeda, bagian bawah yang berupa penyangga/tiang dan bagian atas yang menyerupai “payung”. Batu yang unik ini tebentuk akibat adanya erosi batuan oleh air maupun angin selama bertahun-tahun.
Dan ternyata di Indonesia juga terdapat mushroom rock, tepatnya di Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Daerah ini memang merupakan daerah pegunungan kapur yang memiliki tanah relatif kurang subur (pH= 4 dan suhu= 40 0C ), sehingga sedikit tanaman yang mampu bertahan hidup didaerah tersebut. Berbeda dengan batu jamur yang terdapat di Taiwan, Mesir, Israel, dan Cansas, Batu Jamur di daerah Gresik ini terdiri dari beberapa batu jamur yang tersusun atas tanah sebagai penyangga dan bagian atasnya berupa batuan yang keras, sehingga lebih dikenal dengan Bukit Jamur. Selain itu, proses pembentukan bukit jamur ini juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia (pertambangan kapur).

Share:

Menjelajah telaga warna Dieng, Jawa Tengah

Telaga Warna masuk wilayah Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo Jawa-tengah. Telaga warna Dieng adalah telaga paling sering dikunjungi oleh para wisatawan. selain letaknya yang strategis dan dekat dengan obyek-obyek wisata lain.

Telaga ini juga memiliki keunikan tersendiri yaitu warna permukaan telaganya yang kadang berubah sewaktu-waktu dengan dominasi warna hijau kebiruan serta putih yang merupakan refleksi endapan belerang didalamnya.

Selain keindahan Telaganya yang natural dan eksotis, saat berkeliling menyusuri jalan setapak yang mengelilingi Telaga warna, anda juga akan menjumpai Telaga lain yang letaknya tepat di Samping Telaga warna, yaitu Telaga Pengilon. Goa-goa alam yang diselimuti aroma mistis juga bisa anda ditemui di sekeliling Telaga Warna seperti Goa Semar, Goa Sumur, Goa Jaran dan lain-lain.

Telaga-telaga lainnya yang bisa ditemui di sekitaran Dieng Diantaranya Telaga Cebong, Telaga Merdada dan Telaga Menjer. Setiap telaga memiliki keunikan dan daya tarik yang berbeda antara satu dengan lainnya.

Share:

Keajaiban alam Watu Kendil

Watu Kendil terletak di desa wisata Candirejo, sekitar 3 km jaraknya dari kawasan candi Borobudur yang tersohor itu. Perjalanan menuju Watu Kendil ini belum begitu mulus. Jalannya masih sempit dan sangat tidak disarankan memakai mobil pendek seperti sedan.

Karena tempat ini belum terpublikasi dengan baik, maka maklum lah jika aksesibilitasnya belum oke. Yang jelas, bahkan penduduk lokal Magelang di luar desa dan kecamatan tempat Watu Kendil ini berada belum tentu pernah kemari atau bahkan mendengar namanya. Watu Kendil memang masih sepi dari pengunjung.

Tempatnya yang cukup jauh dari pusat kota membuat orang cukup malas bertandang kemari. Herannya, malah banyak turis luar negeri yang mampir kesini daripada turis lokal. Bule Perancis dan Belanda sering minta diantar menelusuri salah satu keajaiban alam yang belum tersibak ini.

Secara fisik, Watu Kendil ini merupakan batu yang sangat besar berada di atas bukit yang curam dengan dasar yang tipis untuk mengganjal agar Watu Kendil ini tidak jatuh. Besarnya mungkin bisa diumpamakan sebesar rumah tinggal keluarga dengan tinggi sekita tiga kali tinggi badan orang dewasa rata-rata di Indonesia.

Bentuknya segi empat kasar. Kalau menurut cerita orang-orang, bentuknya diumpamakan seperti kendil alias tempat masak atau periuk orang jaman dahulu. Konon, Watu Kendil ini adalah tempat memasak bagi pekerja yang membangun candi Borobudur. Berat batu tersebut sudah pasti berton-ton hitungannya.

Dan, uniknya adalah bentuknya yang mengecil pada bagian bawahnya namun tetap kokoh batu ini berttengger di puncak bukit. Letaknya yang berada di pinggir jurang semakin membuat ngeri siapa saja yang memandang, namun batu yang konon terbentuk karena proses mistis ini tidak pernah berubah bentuk maupun derajat kemiringannya meskipun sudah seringkali terkena guncangan karena gempa maupun gunung meletus.

Beberapa mitos tersiar atas tempat yang terletak di kecamatan Borobudur ini. Selain sempat menjadi tempat memasak untuk pekerja yang membangun candi Borobudur, tempat ini juga digosipkan memiliki penunggu yakni seekor ular raksasa yang merupakan jelmaan dari seorang pertapa yang sukses mendapatkan ilmu dari sini.

Penduduk lokal percaya jika batu besar ini digulingkan, maka akan mengucur air dari tempat semula Watu Kendil ini berada dan akan menutupi lembah besar di bawahnya. Selain itu, ada juga yang mempercayai bahwa Watu Kendil ini memiliki keterkaitan mistis dengan candi Borobudur.

Hal ini diperkuat dengan adanya kemiripan candi Borobudur yang dapat berdiri kokoh tanpa perekat seperti halnya Watu Kendil ini tidak memiliki perekat apapun namun tetap berdiri tegak meskipun dasarnya tipis dan bagian bawah dari batu ini lebih kecil daripada bagian atasnya.

Keterkaitan ini juga semakin kuat dengan hal mistis karena Watu Kendil ini seringkali dijadikan tempat untuk bertapa para pencari ilmu. Menurut beberapa sumber, tempat ini tepat untuk bertapa sebab berada di bukit yang tinggi dan dekat dengan alam.

Jika anda berjalan sekitar du puluh lima meter dari lokasi Watu Kendil ini, anda akan menjumpai sebuah rumah yang menurut warga setempat adalah juru kunci daripada Watu Kendil ini. Menurut juru kunci tersebut, bukit Menoreh, Watu Kendil dan candi Borobudur merupakan bentuk keseimbangan antara lembah dan isinya, bangunan keagamaan dan bukit.

Lembah yang ada tepat di bawah Watu Kendil ini dipercayai dahulunya adalah sebuah danau yang kemudian kering. Kemudian, dengan adanya Watu Kendil yang menyeimbangkan alam secara landscape ini membuat tempat di bawahnya menjadi berbentuk lembah.

Jika keseimbangannya hilang dan Watu Kendil berguling ke bawah, maka air akan kembali mengisi lembah dan kembali menjadi danau sperti kodratnya semula. Itulah sebabnya pengunjung harus sangat berhati-hati dengan Watu Kendil yang membawa simbol sebagai penyeimbang alam.












Jalan masuk menuju watu kendil






Keren khan?? cobalah kalau ke magelang mampir kesini..
Share:

[arsip] 12 Tips Mendaki ke Gunung Semeru

Artikel ini saya ambil dari situs http://www.hipwee.com/ dengan tujuan adalah sebagai arsip pribadi di saat suatu saat nanti saya membutuhkan. dan lebih mudah menemukannya. :)

Semeru, adalah gunung yang tak pernah kehilangan daya magisnya. Menyandang predikat sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa, setiap tahun Semeru didatangi oleh ratusan ribu pendaki. Pada liburan long weekend Mei 2013 lalu saja ada 2.000 orang yang tercatat masuk ke kawasan pendakian Semeru.
Sayang, popularitas Semeru juga mengundang banyak pendaki yang ngotot ingin menginjakkan kaki di tanah tertinggi Pulau Jawa tanpa mengindahkan keselamatan mereka. Berita pendaki hilang, cidera, hingga meninggal di Semeru pun kian sering terdengar. Nah, adakah di antara kamu yang berencana mendaki gunung yang juga dijuluki “Puncak Abadi Para Dewa” ini?
Di artikel ini Hipwee akan membagikan hal-hal yang perlu kamu lakukan dan hindari selama melakukan pendakian Semeru, demi keselamatanmu. Sudah siap menggembleng diri untuk mencumbui Mahameru?


Share:

Trip 2000mdpl Gunung Panderman

Trip kali ini bersama #gembelelitetraveler adalah menapaki puncak gunung panderman, Dalam menuju ke puncak panderman kami memilih jalur pertama atau jalur umum, pertama kami harus menuju Dukuh Toyomerto, Desa Pesanggrahan sebagai dukuh terakhir sebelum pendakian. Di sini kami menitipkan kendaraan dan mengurus perizinan. Setelah itu kami bersama-sama langsung bergerak menuju Pos I yaitu Pos Pendaftaran dilanjutkan ke Pos tempat sumber air (sekitar 1330 meter dpl), dimana anda bisa mengisi persediaan air bersih terakhir karena setelah itu tidak akan dijumpai lagi air bersih. Berikutnya kami harus berjalan lagi menuju pos yang lebih tinggi lagi yaitu Pos Latar Ombo (1600 meter dpl) dimana waktu tempuhnya kurang lebih satu jam dari Pos tempat sumber air.  Pos berikutnya adalah pos yang disebut Pos Watu Gede (1730 mdpl) karena di tempat ini terdapat banyak sekali batu-batu besar. Hembusan angin di Pos Watu Gede ini cukup kencang sehingga jarang sekali pendaki yang berkemah di sini. Dari pos ini perjalanan menuju ke puncak akan melewati hamparan ilalang dan dilanjutkan dengan tanjakan-tanjakan yang sangat menguras tenaga, kondisi medan di sini sangat terbuka dan tidak ada ruginya untuk menikmati. sejenak pemandangan sekitar yang cukup indah tapi sayang kondisi kami pada saat naik tertutup oleh kabut yang sangat tebal. Dari tempat ini, untuk mencapai puncak diperlukan waktu sekitar 30 menit atau lebih karena medan yang menanjak merupakan hambatan yang tidak dapat dianggap enteng. Sampai di puncak yang disebut Puncak Basundara dengan tinggi 2045 mdpl ini, seluruh rasa letih  terhibur sudah saat sudah bisa mencapai puncak, kalau pada saat cerah hamparan Kota Batu dan Malang, serta gugusan pengunungan Tengger dan Gunung Semeru akan terlihat jelas.

Share:

Berwisata di Air Terjun Watu Ondo, Batu, Malang

Untuk mengisi liburan kemarin rencananya saya ingin berwisata ke pacet dengan beberapa teman, setelah ada kesepakatan akhirnya kami berangkat. Dalam perjalanan akhirnya kami terpisah oleh macet dan juga nyasar. Setelah sampai di pacet karena kurangnya komunikasi sejak awal saya mencari keberadaan teman2 yang tadinya berangkat bersama, setelah saya tanya sepintas teman saya bilang klo lagi di air terjun cangar, tanpa basa basi saya pun langsung meluncur berbekal bertanya di jalan akhirnya saya masuk di daerah hutan lindung seperti ada keraguan dalam benak ini, saya mencoba menghubungi melalui ponsel dan ternyata sudah loss sinyal, terpaksa dari pada kembali akhirnya saya lanjutkan perjalanan, sepanjang perjalanan yang menanjak curam dan di kelilingi pohon sekitar hampir dua jam akhirnya saya pun sampai di puncak yang ternyata adalah pemandian air panas cangar bukan air terjun, sedangkan air terjunnya adalah watu ondo, dari pada tidak dapat apa-apa akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mengunjungi watu ondo dan ternyata masih sangat alami hamparan pohon-pohon yang ada di sana, dan itulah menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Share:

PAMERAN PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DAN PERGURUAN TINGGI TERBESAR DI JAWA TIMUR TAHUN 2014

Gubernur Jawa Timur Dr. H Soekarwo dijadwalkan datang untuk membuka Pameran Pendidikan hasil karya para siswa SMK dari 38 Kabupaten/Kota,  dan hasil karya dari mahasiswa Perguruan Tinggi serta dimeriahkan oleh utusan empat negara tetangga yakni, Malaysia, China, Korea Selatan dan Jepang pada hari Kamis, 20 Nopember 2014 pukul 08.00 WIB.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Drs. Hudiyono, M.Si,  Tujuan dilaksanakannya Pameran SMK selama 3 hari ini ialah untuk memberikan tempat bagi siswa SMK dan Mahasiswa untuk mengaktualisasikan hasil kreatifitas dan menjadi ajang promosi hasil karyanya baik secara Nasional maupun Internasional.   

Dalam acara pameran di Jatim Expo Jl. Ahmad Yani 97  tersebut dimeriahkan oleh beberapa tampilan Job Matching, Parade Musik,  Lomba Band, Karaoke, Chef Junior, Pentas Seni dan Seminar serta dibuka Bursa Kerja sebanyak 5.670 (lima ribu enam ratus tujuh puluh) Lowongan Kerja bagi lulusan SMK.

Dalam acara dialog khusus dengan media Radio Suara Surabaya hari ini, 19 Nopember 2014,  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,  Dr. Harun, M.Si, MM menegaskan bahwa   “ Provinsi Jawa Timur menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 kedepan akan mengembangkan Sekolah Kejuruan Budi Daya Ikan Laut dan Ikan Tawar serta Sekolah Kejuruan Peternakan “. 

Salah satu SMK yang begitu antusias adalah SMK Negeri satu pacitan dengan design yang begitu menarik, ada pula SMK St. Louis Surabaya, SMKN 5 Malang, SMKN 1 Surabaya dengan unggulan di bagian multimedia, ITS, dan masih banyak lagi hasil kreatifitas dari sekolah-sekolah unggulan di jawa timur ini.













Anda Tertarik !!! Datang saja Tanggal 20 s.d 23 Nopember 2014 di Pameran terbesar Pendidikan Kejuruan di Jatim Expo Jl. Ahmad Yani 97  Surabaya. sumber:[PPID]-photo Mas Greg
Share:

Pesona Pantai Klayar Pacitan

Pantai Klayar berada di Kecamatan Donorojo, sekitar 35 km ke arah barat Kota Pacitan, dan dapat dicapai sekitar 60 menit dari kota pacitan

Klayar adalah pantai eksotik dengan hamparan pasir putih, batu karang yang menyerupai Sphinx, karang bolong, seruling laut dan air mancur alami setinggi 10 meter.

Perjalanan menuju ke pantai Klayar adalah sebuah tantangan bagi mereka yang suka akan kegiatan luar ruangan, karena jalan yang harus diakses terbilang sempit dan rusak di beberapa bagian. Ditambah lagi, terdapat kelokan tajam serta rute yang naik turun perbukitan dengan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Namun demikian, keindahan pemandangan bukit dan lembah hijau akan menemani sepanjang perjalanan.

Perjalanan dimulai dari surabaya, berangkat dari surabaya pukul 10 malem dengan tujuan awal kota solo, sampai di solo saya berangkat naik bis antar kota tepat pukul 07.00 pertama gambaran saya adalah perjalanan dari solo menuju pacitan adalah 2 jam sedangkan kenyataannya adalah 5 jam dan baru sampai pacitan pukul 12.00.

Sesampainya di pacitan saya langsung menuju tempat penyewaan sepeda motor, disini sekali sewa 1 sepeda motor untuk 24 jam Rp. 60.000 belum termasuk bensin dan biaya penjemputan seiklasnya.

Dari pacitan kota saya langsung menuju ke pantai klayar dengan perjalanan kurang lebih 1 jam melewati goa gong yang begitu ramai oleh pengunjung. Separo perjalanan jalan masih bagus tetapi setelah itu yang ada hanya jalan berdebu dan mulai dengan jalan yang sempit.

Perjuangan tersebut akhirnya tergantikan oleh pemandangan pantai klayar yang begitu menakjubkan, setelah foto sana sini akhirnya saya memutuskan untuk kembali karena bis menuju solo terakhir pukul 4 sore, setelah waktu menunjukkan pukul 3 sayapun bergegas untuk kembali mengantarkan teman ke jalan raya arah solo pacitan.

Setengah 5 kami baru menemukan bis arah solo, dan saya pun kembali ke kota pacitan sendiri untuk mengembalikan sepeda motor, sempet saya mampir di pantai teleng ria yang berada 3 km dari kota pacitan untuk menikmati sunset tetapi ternyata mataharinya sudah tenggelam duluan.

Pukul 18.00 saya mengembalikan sepeda, karena bus terakhir ke surabaya pukul setengah 7 saya pun di antar ke tempat pemberhentian bus, disana hanya ada bus terakhir yang menuju ponorogo karena kalau ke surabaya langsung adanya pukul 11 malem, ya bisa2 saya tiduran di pinggir jalan yang gelap tu...

Pukul 18.45 saya menuju kota ponorogo dengan perjalanan kurang lebih 3 jam, sesampainya di ponorogo saya pun oper bis kembali untuk menuju ke kota madiun dengan perjalanan tidak sampai 2 jam, dan dari madiun akhirnya saya menemukan bis mira untuk langsung menuju surabaya, dan baru pukul 02.00 pagi saya sampai surabaya, sungguh perjalanan yang luar biasa karena esok harinya harus kembali bekerja lagi..

Tapi sayang  planningnya sangat berlawanan jauh sekali karena memang belum tau medannya disana dan meskipun hanya 2 pantai cukup untuk mematahkan rasa penasaran akan pantai di pacitan. Masih banyak yang harus di jelajahi lagi disana tetapi untuk waktu yang akan datang.




Share:

Keindahan Sunrise di Pantai Bama dan Merasakan Sensasi berpetualang menyusuri hutan

Istirahat beberapa jam sudah terasa cukup untuk melepas lelah setelah menempuh perjalanan dari puncak kawah ijen dan menikmati sunset di padang savana bekol pada sore hari.
Sunrise pantai Bama
Pagi harinya rencana kami adalah menikmati sunrise di kawasan wisata pantai bama, yang masih dalam kawasan Taman Nasional Balurnan, pukul 02.30 kami sudah harus bangun dan mengemas peralatan dan barang bawaan untuk bersiap-siap menuju ke kawasan pantai bama sebelum matahari terbit, pukul 03.00 kami memutuskan untuk langsung cek out dan langsung menuju ke pantai bama.
Setelah sampai di kawasan wisata pantai bama, suasana masih sepi dan gelap, tetapi semua itu terbayarkan setelah menunggu tidak sampai satu jam, kami bisa menikmati keindahan sunrise yang luar biasa.
Perlu di ketahui Pantai Bama merupakan bagian dari gugusan pantai yang menjadi batas kawasan Taman Nasional Baluran (sering disebut dengan Afrika-nya Indonesia) yang secara administratif termasuk dalam wilayah kecamatan Banyuputih, Situbondo. Memiliki pantai yang putih dengan vegetatif bakau disekitar pantai.
Di pantai ini terdapat beberapa macam jenis burung  dan kera liar yang tinggal di hutan dan juga terdapat bermacam jenis ikan, ular dan bahkan kucing hutan juga dapat ditemukan disini, namun hanya berburu di malam hari. Suasana yang masih 'liar' pun bisa kita rasakan.
Setelah menikmati suasana pantai di pagi hari, kami melanjutkan untuk menyusuri hutan. Selama 1 jam kami berjalan melewati hutan akhirnya kami tiba di sebuah pantai yang sangat indah dan masih jarang pengunjung yang datang kesana bahkan selama kami disana tidak ada pengunjung sama sekali. Saya tidak tau pasti itu namanya pantai apa, tetapi sampai disana serasa berada di pantai pribadi dengan keindahan laut yang bisa di coba untuk berenang.
Saat waktunya sudah cukup, kami putuskan untuk kembali ke pantai bama dengan menyusuri hutan lagi. Setelah sampai di pantai bama, kami melanjutkan untuk singgah sebentar di kawasan hutan manggrove.
Petualangan kali ini sungguh luar biasa selama 3 hari kami menyusuri, Gunung, Kawah, Hutan, Pantai, Kawasan Manggrove dari anak gunung, menjadi anak pantai, dan juga jd anak hutan. :D
Waktu sudah menunjukkan sore hari, kamipun bersiap-siap untuk bertolak lagi kembali ke kota surabaya, karena esok hari kembali beraktifitas lagi untuk mencari pundi2 rejeki.
Itulah sekilas perjalanan kami episode Kawah Ijen, Sebagai wisatawan jangan lupa kita juga harus turut menjaga kawasan wisata tersebut, dari yang saya amati masih banyak wisatawan yang dengan seenaknya membuang sampah sembarangan. Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi kita untuk tetap mencintai alam.

Keindahan menjelang matahari terbit


Menunggu Pagi


Baktiku pada alam

Payau di tengah hutan

Narsis di dalam hutan

Perjalanan menyusuri hutan

Hanya kami di pantai ini

Share: