🎁 Spesial buat pengunjung Idblogpacker, akan ada yang spesial dalam 5 detik...

Serunya Treking menuju Air Terjun Sumber Pitu Pujon Malang

Satu lagi wisata tersembunyi di malang tepatnya di  pujon yang baru di buka sekitar 2 tahun yang lalu namanya Sumber Pitu. Wisata air terjun yang terletak di kawasan Pujon Selatan (Kab. Malang) ini terbilang fresh karena mulai populer sekitar tahun 2014. Selain udaranya yang sejuk akses jalannya juga sudah mudah dan banyak orang yang sudah tau.
Tetapi jika ke sumber piju ini jangan salah ya, ada juga Coban Sumber Pitu yang terletak di Desa Duwet Krajan (Kecamatan Tumpang). Keduanya terpisah jauh, di ujung timur dan ujung barat Kabupaten Malang. Jika salah tujuan, minimal butuh 2 jam perjalanan (aspal) untuk menuju Coban Sumber Pitu yang diharapkan.

Sebagai gambaran, arah jalan menuju Coban Gerojokan Pitu (nama lain Sumber Pitu – Pujon) hampir sama dengan jalur menuju menuju Coban Rondo. Ketika melewati jalan utama Malang – Kediri, ada sebuah pertigaan jalan di sebelah utara Patung Sapi Pujon. Persimpangan itulah yang merupakan jalur masuk menuju Dusun Tulungrejo (Desa Pujon Kidul), tempat dimana Coban Gerojokan Pitu berada.

Sesampainya di pos pertama, saya pun berhenti sejenak untuk membayar karcis masuk sebesar 5 ribu rupiah untuk satu orang, dan melanjutkan perjalanan kembali menuju ke tempat parkir paling atas yang bisa di tempuh sekitar 1 jam dengan jalan yang lumayan terjal dan berdebu, jadi wajib berhati-hati supaya tidak jatuh.

Dari tempat parkir atas, jalur pendakian mulai menantang. Jalur setapak yang telah dicangkul menyerupai anak tangga sangat membantu langkah yang mulai berat. Nafas yang awalnya tak bersuara pun menjadi semakin terdengar desahannya. Pendakian yang paling melelahkan berlangsung sekitar 60 – 90 menit di awal. Jalur menjadi relatif landai ketika pemandangan kebun sayur digantikan dengan semak-semak di kiri dan kanan jalur. Sesekali akan ditemui kursi dari batang kayu yang sengaja dibuat sebagai pos peristirahatan. Disinilah beban tas bisa menjadi berkurang drastis karena suasananya cocok untuk istirahat sambil makan, minum, dan ngobrol tetapi yang perlu di ingat bahwa jalan tersebut mempunya ketebalan debu yang lumayan tebal jadi pastinya akan banyak debu berterbangan dan di wajibkan membawa masker sendiri-sendiri.

Suara air terjun makin bergemuruh ketika kami semakin dekat. Jalur yang awalnya menanjak berubah menjadi turunan dan licin ketika hujan. Ada beberapa tali yang dikaitkan ke pohon sebagai pegangan para pengunjung. Tali ini juga berfungsi sebagai pembatas antara jalur dan semak-semak yang menutupi jurang. Dan sampailah di Air terjun pertama bernama Sumber Siji atau coban tunggal, dan terdapat tangga naik sekitar 15 menit di sanalah Coban Pitu Berada.



Selamat menikmati perjalanan yang menantang teman-teman.





Dan Selamat Hari Sumpah Pemuda Juga teman-teman, semoga kita semakin bersemangat menjadi pemuda indonesia yang mencintai negara indonesia.


Share:

Air Terjun Coban Rondo dan Wisata Labirin

Sebelum ke air terjun coban rondo, saya menyempatkan diri untuk mampir ke wahana yang telah disediakan di kawasan coban rondo ini, salah satunya adalah Kawasan Labirin. Cukup dengan membayar tiket masuk seharga Rp 10.000, kamu sudah bisa menjajal serunya berpetualang di dalam taman labirin. Banyak juga anak muda yang datang ke sini bersama pasangan atau teman-teman. Misinya adalah mencapai titik pusat labirin yang ditandai kolam air mancur kecil ya walaupun tak sedikit juga yang curang, meminta petunjuk teman yang memantau dari menara untuk menemukan pusat labirin. hehehehe Setelah puas bermain dan foto-foto disini saya pun melanjutkan perjalanan ke air terjun coban rondo yang terletak sekitar 2 Km dari wahana wisata labirin.




Coban Rondo adalah sebuah air terjun yang berada di Pujon, Malang. Air terjun ini mempunyai ketinggian sekitar 84 meter. Banyak cerita tentang air terjun ini mungkin bisa mencarinya sendiri di google uniknya di air terjun ini kamu akan menemui banyak monyet berkeliaran, jadi berhati-hatilah jika membawa barang bawaan jangan sampai di rebut oleh monyet-monyetnya.


Perjalanan menuju air terjun ini terbilang mudah. Bisa ditempuh dengan perjalanan dengan kendaraan pribadi selama 1 jam dari kota Malang ke daerah Pujon. Kamu juga bisa menumpang bus Malang-Kediri yang berangkat dari Terminal Landungsari kemudian turun di pertigaan Pujon yang ditandai patung sapi berukuran besar.

Dari patung sapi, kamu masih harus menempuh perjalanan sekitar 4 km untuk sampai ke air terjun. Tentunya perjalanan ini tidak masalah bagi yang membawa kendaraan pribadi. Tetapi bagi wisatawan yang memanfaatkan kendaraan umum ada deretan tukang ojek di pinggir pertigaan yang siap menawarkan jasa.



Kalau kamu lebih suka berjalan kaki pun tak masalah. Sebab jalan menuju air terjun sudah teraspal. Pemandangan sekitar juga indah dipandang, dengan tumbuh-tumbuhan hijau dan tebing di sekelilingnya. Tak perlu khawatir kepanasan, sebab udara di sini terbilang sejuk.

Di pintu masuk, calon wisatawan bakal dikenakan tarif masuk sebesar Rp 18.000. Jumlah ini belum termasuk wahana permainan yang ada di dalam kawasan coban.

Akomodasi di kawasan coban

Begitu sampai di pintu gerbang, kamu akan disambut dengan deretan warung yang berdiri di kaki tebing. Di sini, pengunjung yang membawa sepeda motor untuk biaya parkir gratis tetapi dengan syarat helm harus dititipkan dengan biaya Rp. 2000. Sementara tarif parkir mobil ditetapkan sebesar Rp 5.000.

Begitu masuk ke kawasan air terjun, terasa kebersihannya yang cukup terjaga. Ini disebabkan karena pihak pengelola menempatkan banyak tempat sampah. Di dalam masih ada deretan kios yang menjajakan gorengan hangat dan oleh-oleh khas kota Batu. Ada pula wahana flying fox dan fun tubing yang cocok buat anak-anak.










Share:

Wisata Paralayang Batu Malang dan Omah Kayu

Kota malang banyak menyimpan sejuta tempat wisata, salah satunya adalah Gunung Banyak. Dengan ketinggian 1315 Mdpl disini terdapat sebuah tempat wisata Paralayang dan Omah Kayu. Mungkin ketika kita menyebut nama gunungnya  tidak akan banyak orang yang tahu akan keindahannya, namun kalau dengan menyebut paralayang pasti semua orang langsung tahu, paralayang sendiri merupakan olahraga dirgantara dimana kebanyakan dari kita tidak bisa melihat apalagi merasakannya secara langsung, selain harganya mahal juga tidak sembarang tempat ada.  Untuk biayanya tiket masuk Rp. 5000 dan untuk naik paralayangnya sekitar 300 ribu, sudah termasuk asuransi dan ojek untuk kembali ke atas.



Selain paralayang ada juga wisata yang tak kalah menarik dekat area paralayang ini yaitu Omah Kayu. Omah Kayu ini ruangannya berukuran sekitar 3 m X 2 m dan semua terdapat balkon. Sehingga lebih nyaman dihuni hanya 2 orang saja. Bahan papan kayu yang menjadi dinding disusun rapat sehingga penghuninya tetap hangat terutama saat malam hari dan menjelang pagi. Di dalam rumah kayu tidak disediakan kamar mandi karena ruangannya terbatas. Tetapi Anda tidak perlu khawatir karena pengelola telah menyediakan 2 kamar mandi yang dilengkapi dengan air hangat di sekitar Omah Kayu ini. Di dalam satu kamar telah disediakan sebuah kasur kecil, 2 bantal, sebuah selimut dan beberapa peralatan makan. Tetapi untuk saat ini sepertinya telah di tutup untuk penginapannya jadi pengunjung hanya bisa berfoto dengan background rumah kayu.




Untuk mencapai wisata ini sendiri ada banyak alternatif namun kesemuanya bermuara pada 2 arah yaitu dari Batu untuk yang berasal dari wilayah Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo dan sekitarnya atau dari Pujon dan Ngantang untuk yang berasal dari wilayah Kediri, Jombang, dan sekitarnya.

    Jika dari Pujon dan Ngantang.

 Ambil arah ke Batu sampai Pujon hendak arah ke Coban rondo, akan ada pertigaan atau jalan bercabang dimana semuanya menuju ke Kota Batu, ambil yang lurus yang arah ke Songgoriti (Batu) dan pelankan sekitar 100 m ada pertigaan belok kiri, dan ikuti jalan dan papan penujuk jalan yang ada, karena sudah banyak penunjuk jalan yang ke arah paralayang, ketika sampai di kaki bukit akan ada 2 jalan satu ke bawah dan satu keatas, ambil yang keatas disini kondisi jalan mulai terasa tidak enak kerena tersusun atas batu dan beton yang mulai hancur, dan kelihatan tanahnya serta menanjak, 100 m hendak sampai ke tempat parkir akan ada loket tamu, disini anda akan diminta membayar tiket masuk sesuai jumlah orang yang anda bawa yaitu Rp.10.000/orang, lalu lanjutkan perjalanan hingga ketemu area parkirnya.

    Jika dari Batu.

Ambil arah ke Pujon hingga sampai di Desa Songgokerto lalu belok kanan arah ke Songgoriti, akan ada banyak villa dan orang yang menawarkan villa, lurus ikuti jalan hingga menemukkan jalan menanjak dimana itulah kaki dari gunung banyak, ikuti jalan menanjak yang sangat curam pastikan anda memakai gigi roda 1, sampai masuk ke Pujon lalu anda akan menemukan pertigaan dimana seperti rute diatas, yang berada disisi kanan jalan lalu ikuti jalan itu sesuai petunjuk diatas.

Selain lewat Songgoriti yang jalannya menanjak curam jika lewat batu anda juga bisa mengambil jalur bus puspa indah yaitu arah Pujon yang lurus mengikuti jalan, hingga menemukkan pertigaan kembali ke arah Songgoriti yang sama seperti rute dari Pujon dan Ngantang, disini jalannya menanjak juga tapi tak terasa hanya saja berliku tajam.

Foto Lainnya:








Share:

Menikmati segarnya Air Terjun Alas Kandung, Tulungagung

Air terjun alas kandung ini terletak di Kec. Rejotangan, kab.Tulungagung yang terkenal dengan airnya yang berwarna kebiru-biruan. Air terjun ini merupakan suatu tempat yang memiliki aliran air yang sangat menarik di daerah Tulungagung.
Jalan menuju Air Terjun Kandung agak sulit karena kemarin kita melewati jalan bebatuan di antara hutan jati milik perhutani.
Di air terjun ini para wisata bisa berenang dibawah air terjun tersebut dengan kedalaman sekitar 8 meter dan wisatawan bisa melihat batu kapur berwarna kehijau-hijauan yang terkena lumut tetapi itu yang membuat keindahan batu kapur tersebut.

Rute untuk menuju Air Terjun Alas Kandung pertama-tama dari perempatan pasar atau stasiun Ngunut, ambil arah ke selatan. Setelah itu lanjut aja terus ke selatan sampai menemukan pertigaan, nah pertigaan pertama itu ambil jalan ke kiri. Jalan lagi aja terus sampai  pertigaan kedua, ambil kanan, nah itu ke arah selatan lurus saja terus. Sampai di sini untuk lebih jelasnya tentang rute menuju Air Terjun Alas Kandung bisa tanya ke warga di sekitar.



Jika teman-teman ingin berencana berwisata ke tulungagung, jangan lupa ya jaga keindahan kota tulungagung ini sehingga tempat-tempat wisata yang ada dapat bermanfaat bagi banyak orang.







Berikut video perjalanannya:


Share:

Keindahan kolam alami Kedung Tumpang, Tulungagung

Kedung tumpang adalah sebuah destinasi wisata baru yang berada di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban Tulungagung. Banyak orang mengira kedung tumpang adalah sebuah pantai, yang pada kenyataannya adalah gugusan karang dengan beberapa kolam yang terbentuk secara alami. Kolam alami tersebut terbentuk karena hempasan gelombang laut selatan yang kuat, sehingga melubangi karang yang ada seperti sebuah kolam renang kecil yang sangat indah.
Kemarin bersama teman-teman Gembel Elite Traveler berkesempatan untuk mengunjungi tempat wisata yang indah di Tulungagung ini.

Rute: dari kota Tulungagung ikuti petunjuk ke Blitar, sampai di pertigaan Ngunut belok kanan mentok ketemu pertigaan lampu merah belok kiri sekitar 20meteran ketemu pertigaan pertama belok kanan mentok ketemu pertigaan belok kanan mentok belok kiri mentok ketemu pos jaga belok kanan sekitar 1kiloan ketemu pertigaan pertama belok kiri. Dari sini jalan mulai menanjak dan berkelok kelok yang mana tempat ini di kenal dengan sebutan Bukit Luk Songo (bukit kelok sembilan). Lepas dari bukit luk songo ikuti jalan hingga pasar Puser. Setelah Pasar Puser ketemu pertigaan ambil lurus mengikuti petunjuk ke pantai Molang. Dari sini tinggal mengikuti jalan utama hingga masuk desa Pucanglaban dan di ujung desa Pucanglaban terdapat pertigaan Pos Portal. Di pertigaan ini sudah dipasang papan petunjuk ke Pantai Kedung Tumpang yaitu belok kanan dimana kondisi jalan sudah berubah menjadi makadam ( tanah berbatu). Sekitar 1kiloan ketemu pertigaan belok kiri mentok dan sampai di tempat parkir. Dari tempat parkir tinggal jalan kaki menuruni bukit sekitar 30 menitan.

















Dan jangan lupa teman klo mau berkunjung  ke kedung tumpang jangan lupa tetap jaga keselamatan diri karena bahaya bisa mengintai kita kapan saja.



Untuk video perjalanannya bisa lihat di video di bawah ini.


Share: